Senin, 14 Desember 2015

DAYYUTS, LELAKI YANG HARAM MASUK SURGA

PROFIL LELAKI YANG HARAM MASUK SURGA

Di zaman yang serba modern ini dimana Hak Asasi Manusia serta emansipasi wanita telah kebablasan, apabila ada laki-laki atau suami yang melarang istri atau putrinya dari pergaulan bebas, salah satu contohnya ketika suami atau seorang ayah memerintahkan istri atau putrinya untuk menutup aurat, mereka malah langsung mengecap ayah atau suami jadul, tidak modern dan sebagainya…

Namun sebaliknya ketika ayah/suami membiarkan bahkan mendukung perbuatan anak/istri/saudari perempuannya melakukan pergaulan bebas seperti, membiarkan anak perempuannya berpacaran atau membiarkan istrinya bergaul dekat dengan pria lain mereka justru mengatakan bahwa ayah/suami/saudara mereka adalah laki-laki yang bijaksana.

Terlihat jelas dihadapan kita mereka (wanita-wanita) yang melakukan itu justru dengan bangganya memamerkan perbuatan mereka.

Dimana ayah/suami/saudara mereka?

Harusnya mereka geram melihatnya dan dengan cepat menyetop semua yang dilakukan anak/istri/saudarinya.

Terlebih lagi, para ayah/suami/saudara dari para public figure (artis/model/penyanyi atau yang sejenisnya) yang membiarkan putri/istri/saudari mereka berperan/berpose mesra dengan lawan jenisnya, mereka mengganggap itu hal biasa dan mengatakan itu hanya tuntutan peran semata. –Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un–

Betapa dangkalnya pemikiran seperti itu, kebanggaan semu yang mereka harapkan, dunia yang mereka cari sampai-sampai meninggalkan kebutuhan akan akhirat. Mereka langgar syariat Allah, mereka tidak takut akan dosa jariyah yang akan terus mereka dapatkan apabila banyak orang yang mencontoh mereka.

Gambaran kehidupan di atas itulah potret lelaki yang haram masuk surga. Merekalah yang dikatakan dayyuts oleh Rasulullah Saw.

Kembalilah kepada Islam… Islam-lah satu–satunya ajaran yang sangat memperhatikan serta mengatur hubungan sesama manusia agar menjadi masyarakat yang mulia dan terhormat.

MAKNA DAYYUTS

Makna dayyuts yang disepakati oleh para ulama adalah suami yang membiarkan istrinya selingkuh.

Imam Adz-Dzahabi rah. dalam kitabnya Al-Kabaair, memasukkan perilaku tersebut sebagai salah satu dosa besar, Beliau rah. juga mengatakan jika telah mengetahui istrinya berselingkuh (berzina) dan dia membiarkannya, maka Allah telah haramkan surga ke atasnya, karena Allah telah menulis di pintu Jannah “kamu haram dimasuki seorang dayyuts”.

Pengertian dayyuts sendiri adalah seorang lelaki/suami yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga/istrinya. Demikian diterangkan Ibnul Atsir rah. dalam An-Nihayah fi Gharibil Hadits.

Sebagian ulama ada yang mengartikan lebih luas lagi, bahwa dayyuts adalah orang yang tidak terusik (cemburu) atas perbuatan haram yang terjadi dalam rumah tangganya, ia ridha atas kemaksiatan dan perbuatan keji yang dilakukan oleh anggota keluarganya. Rasulullah Saw. mengancamnya dalam hadits berikut :

“ثَلاَثَةٌ لاَ يَنْظُرُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ وَالدَّيُّوْثُ.”

“Tiga golongan manusia yang Allah Azza wa Jalla tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu; orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki dan dayyuts.” (HR. An-Nasa`i No. 2562, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan di-shahih-kan Asy-Syaikh Al-Albani rah. dalam Ash-Shahihah No. 673, 674)

Dalam riwayat Al-Imam Ahmad rah. (2/127) disebutkan dengan lafadz:

“ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ، وَالْعَاقُّ، وَالدَّيُّوْثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ.”

“Tiga golongan manusia yang Allah Tabaraka wa Ta’ala mengharamkan surga bagi mereka, yaitu pecandu khamr, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kefasikan dan kefajiran dalam keluarganya.” (Diriwayatkan juga oleh An-Nasa’i, Ath-Thabrani No. 13180 dan di-shahih-kan oleh Asy-Syaikh Albani rah. dalam Ash-Shahihah No. 3063 dan juga dalam Shahih jami’ Ash-Shagir No. 3062)

Al-Imam Adz-Dzahabi rah. Dalam kitabnya Al-Kabaair mengatakan di antara sebab-sebab lelaki menjadi dayyuts, adalah “Seseorang yang memperkirakan istrinya berbuat serong, lalu ia berpura-pura tidak mengetahuinya karena cintanya kepada istrinya itu, atau karena ia masih punya hutang padahal ia orang yang lemah (istrinya yang bekerja misalnya), atau karena mas kawinnya yang besar atau karena ia mempunyai anak yang masih kecil-kecil dan jika istrinya itu mengajukan kepada hakim sang hakim akan memutuskan istrinya lebih berhak mengurus anak-anaknya, sehingga ia tidak bisa mengambil, tindakan apa-apa terhadap istrinya itu, sungguh tidak ada kebaikan sama sekali padanya, pada orang yang tidak lagi memiliki kecemburuan.”

Semoga Allah Swt. menganugerahkan kepada kita kesejahteraan bathin dari segala bala’ dan ujian. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha Pemurah.

——————————————————————————————————————-

Penulis : Ust. Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA.

Jumat, 04 Desember 2015

Jika Anda Terkena Sihir, Santet, Teluh, Guna-Guna dsb. Begini Cara Mengobatinya


Sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh sahabat dari jordan; Setelah membeli kayu bakar, orang ini kemudian di rumahnya memilih kayu kayu tersebut. Tak terduga, dia menemukan sebuah kayu yang agak aneh, kayu tersebut terbungkus plastik dengan rapi, setelah dibuka ternyata kayu tersebut dipenuhi dengan paku paku dengan pola pakuan yang aneh. Melihat ada yang ganjal, dia pun pergi membawa kayu tersebut ke seorang Syaikh.
 
Syaikh berkata: "kayu ini adalah tumbal sihir, diperuntukkan atas satu keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan beberapa orang anak, selama paku ini masih menancap, satu keluarga tersebut tengah dalam keadaan sakit, dan hanya Allah yang mengetahui jenis sakitnya.." Lalu Syaikh itu berkata kembali: "Alhamdulillah kamu belum membakar kayu ini, jika itu kamu lakukan, niscaya satu keluarga tersebut akan Mati semua". Berikut cara pengobatan sihir sesuai dengan resep Rasulullah Saw.

A. PENGOBATAN SIHIR

Pengobatan sihir bisa dilakukan dengan dua cara:

Pertama, dengan ruqyah yang sesuai syariat

Di antara metode yang pernah dipraktikkan dan itu mujarab adalah

1. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara.

Persiapan: Siapkan 7 daun bidara hijau, dan seember air yang cukup untuk mandi.

Caranya:

a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar kamar mandi):

1) Baca ta’awudz: a-‘uudzu billahi minas syaithanir rajiim
2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
3) QS. Al-A’raf, dari ayat 117 sampai 122
4) QS. Yunus, dari ayat 79 sampai 82
5) QS. Taha, dari ayat 65 sampai 70
6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
7) Minumkan air tersebut di atas 3 kali (bisa gunakan gelas kecil)
8) Gunakan sisanya untuk mandi.
9) Cara seperti ini bisa dilakukan beberapa kali, sampai pengaruh sihirnya hilang.

(Metode ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).

2. Membaca beberapa ayat alquran kemudian ditiupkan

Caranya:

a. Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
b. Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih
c. Baca ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bagian tubuh yang sakit.
d. Baca doa-doa ketika menjenguk orang sakit.


Kedua, menghancurkan simpul sihir

Cara kedua ini adalah metode menghilangkan sihir yang paling mujarab. Hanya saja, cara kedua ini agak sulit dilakukan, karena harus diketahui simpul sihir yang ditanam oleh dukun. Jika simpul sihir ini bisa dihancurkan maka pengaruh sihir akan hilang total. Simpul ini bak pangkalan militer bagi si dukun untuk menyihir objek sasaran.

Sebagaimana hal ini pernah dialami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berikut redaksi kisah yang lebih lengkap. Redaksi ini disebutkan oleh At-Tsa’alibi dalam tafsirnya dan dinukil oleh Ibnu katsir:

Dari Ibnu Abbas dan A’isyah radhiyallahu ‘anhuma menceritakan:

Dulu ada seorang remaja Yahudi yang menjadi pelayan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga, datanglah beberapa orang Yahudi menemui anak ini. Sampai akhirnya si remaja ini mengambil rontokan rambut kepala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan potongan sisir rambut, dan dia berikan ke orang Yahudi. Akhirnya, mereka gunakan rambut ini sebagai bahan untuk menyihir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pelaku sihir adalah seorang Yahudi Bani Zuraiq, namanya Labid bin A’sham. Simpul sihir dari rambut tersebut di tanam di sumur milik Bani Zuraiq, namanya sumur Dzarwan.

Karena pengaruh sihir ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jatuh sakit, sampai rambut beliau mudah rontok. Beliau seolah-olah melakukan sesuatu dengan istrinya padahal tidak melakukan apapun. Sampai akhirnya beliau bermimpi, beliau melihat ada dua malaikat yang datang. Yang satu duduk di dekat kepala beliau dan yang satu duduk di dekat kaki beliau.

Malaikat pertama bertanya, “Apa yang terjadi dengan orang ini?” “Dia tersihir.” Jawab Malaikat kedua. “Siapa yang menyihir?” Tanya malaikat pertama. “Labid bin A’sham orang Yahudi.” Jawab malaikat kedua. “Dengan apa dia disihir?” Jawabnya: “Dengan rambut dan potongan sisir.” “Di mana simpul sisirnya?” Jawabnya: “Dibungkus kulit mayang kurma, ditindih batu, di dalam sumur Dzarwan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun. Kemudian beliau berangkat ke sumur Dzarwan di Bani Zuraiq bersama Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awam, dan Ammar bin Yasir.

Ali diperintahkan untuk mengambil batu itu, untuk mengeluarkan bungkus simpul sihir. Ketika itu, Allah menurunkan dua surat Al-Muawidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas). Sebelumnya, Ali bin Abi Thalib diperintahkan untuk membaca dua surat tersebut. Ternyata di dalamnya ada beberapa helai rambut dan potongan sisirnya. Di sana juga ada ikatan buntalan jumlahnya ganjil. Selanjutnya benda itu dimusnahkan dan sumurnya ditutup.

Seketika itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung terasa ringan dan hilang pengaruh sihirnya. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali, beliau sampaikan kepada istrinya:

يَا عَائِشَةُ، كَأَنَّ مَاءَهَا نُقَاعَةُ الحِنَّاءِ، أَوْ كَأَنَّ رُءُوسَ نَخْلِهَا رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

“Hai Aisyah, air sumur itu seperti terkena daun pacar (inai). Atau seolah pangkal mayang kurma seperti kepala setan.” (HR. Bukhari 5763)

Imam Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma’ad mengatakan:

Cara menyembuhkan sakit ini ada dua, di antaranya adalah mengeluarkan sumber sihir dan menghancurkannya. Ini adalah cara yang paling sempurna. Sebagaimana terdapat riwayat yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berdoa kepada Allah tentang sumber sihir yang menimpa beliau, kemudian Allah tunjukkan bahwa pangkalnya ada di dalam sumur, dengan rambut dan potongan sisir dibungkus mayang kurma jantan.

Ketika benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir itu langsung hilang, seolah beliau baru terbebas dari ikatan. Inilah metode yang paling ampuh untuk mengobati orang yang terkena sihir. Seperti halnya menghilangkan sumber penyakit dalam tubuh (Zadul Ma’ad, 4:113)

B. PENCEGAHAN DARI SIHIR

1- Dalam setiap keadaan senantiasa mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan bertawakkal kepadaNya, serta menjauhi perbuatan syirik dengan segala bentuknya.

2- Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta'ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu 'anhu :

يَا غُلاَمُ ! إنِي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ ، احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ...

"Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…"[HR Tirmidzi]

3. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka". [HR Bukhari Muslim].

4- Membersihkan rumah dari salib, patung-patung, binatang yang diawetkan dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari piranti-piranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan musik.

5. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah".[HR Muslim]

6- Membentengi diri dengan doa-doa dan ta’awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do’a ketika masuk dan keluar rumah, do’a ketika naik kendaraan, do’a ketika masuk dan keluar masjid, do’a ketika masuk dan keluar kamar mandi, do’a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir lainnya.

Ibnul Qayyim berkata,”Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta’awwudzaat nabawiyah.” [Zaadul Ma’ad (4/116)]

7. Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

"Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu". [HR Bukhari dan Muslim]

Setelah membaca ini jangan lupa sebarkan pada yang lain melalui facebook dll untuk mempersempit propaganda dukun dan tipu daya syaithon yang terkutuk.

Hanya pada Allah lah tempat kita berlindung dari segala bentuk marabahaya dan kedzaliman.

Kamis, 03 Desember 2015

Bukti Kecurangan Pilpres 2014 Makin Terkuak?


Seorang teman saya di Facebook - Pak Rudy Razi - menulis sebuah status yang berisi ENAM PERTANDA yang mengarah pada kecurangan tim Jokowi pada Piplres 2014 lalu.

Namanya pertanda, tentu ini bukan tuduhan. Namun sebuah pertanda bisa dijadikan bahan awal untuk proses penyelidikan. Itu pun jika pihak keamanan mau dan berani melakukannya grin emotikon

Berikut saya copy paste isi status Pak Rudy tersebut:

=======================

Mencari benang merah antara:

1. SMS Akbar Faisal, yang sama-sama sudah kita ketahui isinya dan sedang ramai menjadi pembicaraan di berbagai media dan di tengah-tengah masyarakat, dengan

2. Beredarnya kabar ancaman Komjen Budi Gunawan yang akan membongkar kecurangan Pilpres bila dirinya tidak dilantik sbg Kapolri, dan dengan

3. Ancaman Perdana Menteri Australia, akan membongkar kecurangan pilpres dan menguak identitas Jokowi sebenarnya, bila Jokowi jadi meng-eksekusi 2 orang terpidana mati kasus Narkoba (Bali Nine.), dan dengan

4. Beredar kabar tentang bocornya pembicaraaan telepon Denny JA yang menyatakan bahwa, pasangan Prabowo-Hatta sbg pemenang pilpres, dan dengan

5. Tertangkapnya 34 hacker situs KPU asal Tiongkok di Kecamatan Gajah Mungkur Semarang tgl 19 Juli 2014, dan dengan

6. Kedatangan Bill Clinton dengan dalih membawa misi lingkungan hidup. Di tengah memanasnya konstelasi politik jelang penetapan pemenang pemilihan Presiden menimbulkan sejumlah tafsir dan kecurigaan di masyarakat.

Terlebih, rentang waktu kedatangan Bill Clinton pada 16 Juli - 23 Juli 2014, bertepatan dengan masa krusial terkait jadwal pengumuman pemenang Pemilu oleh KPU.

7. Update terbaru: Mesin Sedot Data KPU milik Luhut. Beritanya suah banyak beredar setahun lalu (dan ini ada hubungannya dengan nomor 1 di atas)

8. Update Desember 2015: Terkuaknya dugaan kuat kecurangan pada rekaman kasus #PapaMintaSaham

Seharusnya dan sudah menjadi kewajiban penegak hukum untuk dapat mengusut dan membongkar kasus ini, apabila penegak hukum masih berharap dan menginginkan Bangsa ini berdiri kokoh di atas konstitusi dan agar Negara tidak tersandera dan didera dengan persoalan yang sangat krusial seperti ini.

Rabu, 02 Desember 2015

Pimpinan MKD: Isi Lengkap Rekaman Singgung Kecurangan Jokowi-JK Di Pilpres 2014

Quote:
Isi lengkap rekaman pembicaraan antara Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin; Ketua DPR RI, Setya Novanto; dan pengusaha M. Riza Chalid, juga berisi data kecurangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Pilpres 2014.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, saat wawancara dengan stasiun televisi swasta yang ditayangkan live beberapa saat lalu (Rabu, 2/12).

Ia mengatakan, isi lengkap pembicaraan tidak hanya tentang pencatutan nama presiden dan wakil presiden oleh Setya Novanto, tetapi juga persoalan lain yang lebih dahsyat.

"Ini kalau dibuka tidak hanya masalah etik, tapi akan lebih dahsyat, akan ditemukan kecurangan pilpres yang bisa berujung impeachment," kata Dasco.

Dia menegaskan, beberapa pembicaraan terkait kecurangan Pilpres 2014 oleh Jokowi-JK antara lain pemalsuan dana kampanye, sumbangan kampanye liar, pembelian suara pemilih di Papua lewat sistem noken, dan pengerahan Binmas kepolisian untuk mengarahkan pilihan masyarakat.

"Kalau rekaman dibuka, lebih bagus besok supaya Pak Maroef mengkonfirmasi apakah ini yang direkamnya. Supaya masalah-masalah lain juga ikut terang," kata Dasco.


Riza Cholid: Jokowi vs Megawati & Budi Gunawan serta Propam
Jakarta - Dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, juga diceritakan Presiden Jokowi dimarahi Megawati karena menolak Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri. Hal itu diceritakan oleh pengusaha Riza Chalid.

Berikut adalah transkrip obrolan antara MS (Maroef Sjamsoeddin), SN (Setya Novanto) dan MR (Muhammad Riza Chalid) yang diputar dalam sidang MKD di gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/12/2015) malam:

MR: Di Solo ada…., ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto pokoknya koalisi mereka. Dimaki-maki Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo.

MR: Dia tolak BG. Gila itu, saraf itu. Padahal ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati. Terus kenapa dia menolak BG. Padahal pada waktu pilpres, kita mesti menang Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu.

MR: Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan.
(slm/nrl)


Rezim Orang Jujur Boleh Bicara Kasar!!

Quote:
MR: Saya sama Pak Marciano. Aduh Pak Riza, jangan muncul, jangan muncul kata saya. Biarkan dia bantu Prabowo tapi jangan muncul. Pak, saya gak muncul susah Pak. Gimana muncul ketahuan.. Usahakan jangan muncul. Percaya omongan saya. Bener juga omongannya. Gua muncul di Polonia, puk puk puk langsung muncul di sosmed. Aduuuh saya lagi sama Prabowo dan hati. Ya udah mau apa, nasib.

SN: Nasib duit keluar banyak. Duit Pak. Itu saya lihat kasihan. Ngapain itu, udah. 50 M, 30 M. Begitu kita hitungin udah 500 M. Ngapain. hahahaa

MS: Lewat Pak

SN: Lewat Pak

MR: Padahal duit kalau kita bagi dua pak, hepi Pak. 250 M ke Jokowi JK, 250 M ke Prabowo Hatta, kita duduk aja. Ke Singapura, main golf, aman. hahahaa. Itu kan temen, temen semualah, Pak Susahlah. Kita hubungan bukan baru kemarin. Masak kita tinggal nggak baik. tapi kan sekarang udah gak ada masalah. Sudah normal. Gitu
setengah trilyun lewat begitu saja karena wowo keok


Ketahuan kan kalau id id panasbung anti jokowi ahok itu komplotan jahat papa minta saham atau komplotan begal apbd dana siluman

Kebayang gimana sedihnya nasib bangsa kalau smp koalisi komplotan penjahat itu yg menang pemilu kemarin.

Masih ingat sama isyu2 tuduhan jahat mereka seperti jokowi tidak amanah, presiden boneka, pki dsb dsb

Ahok sekarang diserang kasus sumber waras secara tendensius. Pemimpin daerah lain yg kena tangkap tangan kpk malah dikasih opini wajar tanpa syarat.

Ternyata melempar isyu2 jahat cuma untuk sekedar mencari saham dan rente ??

Masih bisa disebut manusia kah mereka ???


Siapa yg curang ? Bikin quick count palsu

Quote:


Ikuti juga berita: JK: Ketua DPR sudah hilang !
http://forum.detik.com/jk-ketua-dpr-...-t1302268.html

.
Last edited by la_jasmev; Today at 12:03..


Siapa yg curang (2)...

Prabowo terlibat kasus HAM berat koq bisa ikut pilpres?


Pembuat tabloid "Obor Rakyat" resmi jadi tersangka

Jakarta (ANTARA News) - Penyidik Mabes Polri telah menetapkan status tersangka terhadap dua pimpinan tabloid "Obor Rakyat", Setyardi Budiono dan Darmawan Septiyossa, terkait laporan tim advokasi calon presiden (capres) Joko Widodo atau Jokowi.

"Sudah ditetapkan tersangka kemarin (Kamis) malam," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Herry Prastowo di Jakarta Jumat.

Herry mengungkapkan penyidik telah mengantongi dua alat bukti untuk menetapkan kedua pimpinan tabloid "Obor Rakyat" itu menjadi tersangka.

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi ahli untuk menganalisa barang bukti kasus itu termasuk mengundang Dewan Pers.

Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 9 ayat 2 Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers karena tidak memiliki izin penerbitan.

Keduanya diancam denda maksimal Rp100 juta sebagaimana diatur dalam ketentuan pidana Pasal 18 ayat (3) UU No 40/1999.

Herry belum memastikan kedua tersangka dikenakan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 310 dan Pasal 311 tentang pencemaran nama baik dan fitnah karena masih dalam pengembangan.

Sebelumnya, pimpinan tabloid "Obor Rakyat" Setyardi Budiono dan Darmawan Sepriyosa dilaporkan tim advokasi Jokowi.

Setyardi merupakan pemimpin redaksi tabloid "Obor Rakyat" yang telah menerbitkan dua edisi dan beredar pada sejumlah pondok pesantren, serta masjid di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada masa kampanye Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.

Edisi pertama tabloid "Obor Rakyat" mengangkat tema bertajuk "Capres Boneka", sedangkan edisi kedua bertema "1001 Topeng Pencitraan".

Tim advokasi Jokowi - Jusus Kalla menganggap isi tabloid berupa isu yang menyinggung persoalan suku, agama dan ras, serta isu lainnya terhadap Jokowi.


MK menolak semua tuduhan kecurangan ....


wow............. demi demi demi sampai sampai .............


Nah... Ini berita beginian yang ditunggu tunggu. Biar urusan ini jadi pintu masuk buat membongkar semua kebusukan politisi dan penguasa. Biar mereka saling buka borok masing masing. Mudah mudahan urusan ini gak berhenti sampek setnov saja. Penggiringan opini dan penunggangan kasus untuk kepentingan politik, seakan semua ini ulah setnov sebagai satu satunya aktor tunggal, bad guy sekaligus kambing hitam sungguh memuakkan. Kalo semua terbongkar, jangan cuma dia yang dihukum, semua yang tersangkut paut mesti nerima ganjaran berat, bukan setimpal. Setnov jangan mau ditenggelamkan sendirian buat tumbal keselamatan pelaku yang lain. Seret semua yang lain biar sama sama tenggelam.


Artinya benar dong yeee SBY soal ada TNI Polri ikut berpolitik praktis

Quote:
Pidato Presiden SBY selama sekitar 1 jam itu menunjukkan kemarahannya secara eksplisit kepada perwira tinggi TNI/Polri yang hadir. Berkali-kali, Presiden menggelengkan kepalanya untuk menunjukkan kemarahannya itu terkait fenomena penarikan dukungan calon presiden dari kalangan jenderal aktif.

Presiden pun sempat terdiam beberapa saat. Dia lalu melihat ke arah para perwira tinggi di depannya. Bola matanya, menelusuri secara seksama. Kepalanya pun dia gerakkan dari kanan ke kiri.

"Bahkan ditambahkan, tidak perlu mendengar presiden kalian. Kan itu presiden kapal karam, lebih baik cari presiden baru yang bersinar. Dalam negeri yang kita cintai, kata-kata ajakan seperti itu hanyalah sebuah godaan," lanjut Presiden.
Mampus skrng akhirnya kebukti

SBY Minta Jenderal Aktif yang Ingin Berpolitik Mengundurkan Diri

Rezim Orang Jujur Boleh Bicara Kasar!!


Quote:
Originally Posted by tikasetiawan


kurang lengkap bagian yg gurihnya sis
neh gue lengkapin

Quote:
MR: Di Solo ada, ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto pokoknya koalisi mereka, Dimaki-maki Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG. Gila itu, saraf itu. Padahal, ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati. Terus kenapa dia menolak BG. Padahal pada waktu pilpres, kita mesti menang Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu. Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan.
SN: Termasuk Papua
MR: Termasuk Papua. Noken kita habis.
SN: Habis Pak, hampir setengah triliun.
MR: Kapolda Papua itu kan sahabat saya, sahabat deket.
MS: Tito
MR: Tito. Akhirnya ditarik ke Jakarta supaya nggak menyolok, jadi Asrena. Sekarang Papua sudah jalan, kasih hadiah sama Jokowi. Padahal maunya Jakarta bukan dia. Pak BG maunya bukan Tito. Pak BG maunya Pak Budi. Tapi Budi ditaruh Bandung. Tito Jakarta. Yang minta Jokowi.

http://makassar.tribunnews.com/2015/...-saham?page=35
" ransum"
ganti ****** pake bl0gsp0t


semua yg berjasa2 dapet hadiah hoooray

jokowi nekat lawan megawati untuk pilih BG karena gimana pun jokowi adalah presiden yg punya hak prerogatif dan jokowi sadar namanya lah yg dipertaruhkan di mata rakyat kalo beliau tetep maksain pilih BG, walhasil strategi yg diambil spt yg ada sekarang, dengan mengangkat tito karnavian sbg kapolda dki dan santer diproyeksikan akan jadi kapolri

http://news.detik.com/berita/2960725...ganti-badrodin

smooth caranya depan rakyat..yg penting PENCITRAAN tetap terjaga walo harus kena resiko dimaki2 megatron dan semua happy

ga semua happy deng

BG gondok sambil melipir keluar panggung

setnov kena apesnya kali ini

fee rider macem riza chalid, tekor mulu..udin maen 2 kaki, duit abis trilyunan trus inceran cuan di projek plta papua belum dapet dah keburu ketauan dah aksinya kali ini

sudirman said kebongkar sendiri siapa dia
http://www.rmol.co/read/2015/09/11/2...gan-Bisnis-JK-

JK lagi harap2 cemas sambil siap2 nikung

luhut..?? hehehe no komen dah

yaaa itu seh deritaa mereka

"His Throne had been upon water..." 11:7
Last edited by send.me; Today at 03:42..

Senin, 23 November 2015

Doa Setelah Sholat Dhuha dan Beberapa Keutamaannya


Sholat dhuha adalah sholat sunah yang terdapat banyak sekali keutamaannya. Selain kamu mendapat pahala jika mengerjakannya, sholat dhuha juga bisa sebagai alat untuk membayar hutang kepada Allah SWT loh. Hutang apa? Hutang atas nikmat yang Allah berika kepada kamu setiap hari, setiap jam, setiap menit dan bahkan setiap detiknya.

Bukankah kamu bernafas setiap dengan menghirup udara yag segar setiap harinya? Lalu itu semua dari mana kalau bukan dari Allah SWT. Begitu juga semua nikmat yang ada di dibumi ataupun di tubuh kamu, baik itu nikmat mata, nikmat sehat dan nikmat lainnya.

Dalam sebuah hadits Hadits Riwayat Muslim, no. 1181 dikatakan:

Yang artinya:

Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma’rud adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.
Doa Sholat Dhuhah

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Yang artinya:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”
Setelah kamu mengetahui tentang bacaan doa setelah sholat dhuha, kamu juga harus mengetahui keutamaan dari sholat dhuha tersebut. Karena jika kamu mengetahui keutamaan sholat dhuha maka, kamu akan lebih rajin lagi dalam melaksanakan sholat dhuha. Baik itu dua rakat, empat rakaat, delapan rakaat, maupun dua belas rakaat. Baiklah mari disimak ya.

1
Wasiat Rasulullah Agar Dikerjakan Setiap Hari


Dalam hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliat berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), shalat Dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur”

Wasiat ini untuk umat muslim sangatlah berharga karena Rasul sendiri yang mewasiatkan untuk umatnya. Sebagai umat Nabi Muhammad yang baik, selayaknya sudah melakukan sholat dhuha setiap hari.

2
Sholat Dhuha Adalah Shalat Awwabin


Dalam hadits riwayat Ibnu Khuzaimah riwayat ini shahih bahwa dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

أوصاني خليلي بثلاث لست بتاركهن أن لا أنام إلا على وتر وأن لا أدع ركعتي الضحى فإنها صلاة الأوابين وصيام ثلاثة أيام من كل شهر

“Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan”

Awwabin adalah orang-orang yang taat. Orang awwabin ini meruinkan shalat dhuha, dengan begitu orang yang melakukan shalat dhuha dicatat sebagai orang-orang yang taat kepada Allah SWT.

Baca juga: Makna Rukun Islam

3
Shalat Dhuha 2 Rakaat Senilai 360 Sedekah


Hal ini disebabkan karena ditubuh manusia terdapat sendi-sendi yang harus disedekahkan. Hal ini juga berkaitan dengan hadits yang diriwayatkan Rasulullah dalam hadits riwayat Muslim, sebagai berikut:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.”

Hal ini menunjukan bahwa seorang hamba yang taat dan baik harus melakukan sholat dhuha, baik itu dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, maupun dua belas rakaat sekalipun.

Baca juga: Manfaat Sedekah dalam Islam

4
Shalat Dhuha 4 Rakat Membawakan Kucukupan Sepanjang Hari


Jika kamu mengerjakan sholat dhuha empat rakaat maka Allah akan mencukupkan kehidupan kamu sepanjang hari, hal ini berkaitan dengan apa yang diriwayatkan Rasulullah dalam hadits riwayat Ahmad, sebagai berikut:

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”

Nah, jika kamu ingin Allah cukupkan kebutuhan kamu sepanjangan hari maka sholatlah 4 rakat sholat dhuha.

5
Shalat Dhuha Adalah Ghanimah Terbanyak


Pada suatu hari Rasulullah SAW mendengar para sahabatnya membicarakan tentang ghanimah, maka sontak Rasul pun memberitahukan kepada sahabatnya amal yang dapat memberikan ghanimah lebih banyak daripada ghanimah yang mereka peroleh. Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad, hadits ini hasan shahih.

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak dan kembalinya lebih cepat”

Hal ini pun dapat menjelaskan bahwa dengan mengerjakan sholat dhuha akan mendapatkan rezeki. Siapa saja yang mengerjakan sholat dhuha maka, mereka akan mendapatkan rezeki baik itu dari keberkahannya maupun dari banyaknya harta itu. Wallahu’alam

Sabtu, 21 November 2015

Awalnya  aku tertawa melihatnya, setelah itu sampai habis aku menangis terharu, bahasa tubuhnya mengisyaratkan beban yang di derita saudara-saudaranya di Palestin, Syiria dan lainnya di timur tengah yang negaranya lagi di landa perang yang tak berkesudahan hingga kini... Allahuakhbar...Juri di depan dia itu orang israil... Bakat yang ada pada dirinya mempunyai maksud yang sangat mendalam. Dan dia memerankan sepenuh jiwa...




Senin, 16 November 2015

Gus Dur Patung Pluralisme, Tubuh Budha Muka Gus Dur


Ibnu Umar meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ , يُقَالُ لَهُمْ : أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

Orang-orang yang membuat gambar-gambar/ patung-patung ini mereka disiksa di Hari Qiyamat, dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan. (Muttafaq ‘alaih).

وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ حَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى الأَوْثَانَ

Dan Qiyamat tidak terjadi sebelum ada kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik sehingga kelompok-kelompok dari umatku menyembah berhala-berhala. (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Tsauban, ditakhrij oleh Imam As-Suyuthi, dishahihkan oleh Al-Albani).


Bukan hanya dibuat julukan Bapak Pluralisme untuk Gus Dur (Abdurrahman Wahid) tetapi dibuat juga patung pluralisme. Hingga patung satu sosok saja campur-campur, yakni badannya badan Budha, sedang mukanya muka Gus Dur.

Itulah nasib seorang Gus Dur yang aqidahnya tidak jelas, sehingga sosoknya saja dipatungkan dengan wajahnya masih wajah Gus Dur tapi badannya badan lain.

Sejak matinya Gus Dur (Abdurrahman Wahid) 30 Desember 2009 banyak masalah yang muncul berupa fitnah (bala’/ musibah ) agama. Pidato Presiden SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono) di atas kubur Gus Dur dalam acara penguburannya di Jombang Jawa Timur Kamis 31 Desember 2009 menimbulkan polemic, karena Presiden SBY menjuluki Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme dan Multikulturalisme. Keruan saja Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan Ketua MUI Jawa Timur Abdul Shamad tidak setuju penyebutan itu, karena lafal pluralisme itu mengandung makna bahwa semua agama itu sama. Maka dua tokoh itu tidak menyetujuinya hingga menyuara bernada menyanggah, walau yang berpidato itu presiden.

Di samping itu muncul pula kesesatan baru, tanah kubur Gus Dur diambili orang, dianggap punya tuah, semacam jimat. Ini satu tingkah kemusyrikan, dosa terbesar.

Lebih dari itu, di Magelang dibuat 4 patung Gus Dur, katanya untuk memperingati 40 hari matinya Gus Dur. Di antara patung yang 4 itu ada yang badannya adalah tubuh Budha sedang mukanya muka Gus Dur.


Inilah beritanya:

Peringati 40 Hari, Gus Dur Dipatungkan
Senin, 8 Februari 2010 – 6:43 WIB
MAGELANG (Pos KOta) – Sejumlah seniman di Magelang, Jawa Tengah, membuat patung Gus Dur di Studio Mendut. Pembuatan patung ini juga untuk memperingati 40 hari meninggalnya Presiden ke-4 RI itu.
Ada empat patung, yakni Sinar Hati Gus Dur karya Cipto Purnomo, Gunung Gus Dur karya Ismanto, Presiden di Sarang Penyamun karya Samsudin, dan Gladiator Gus Dur karya Jono.
Seluruh patung berbahan dasar batu.  Terdapat juga lukisan karya Mami Kato berjudul Gus Dur dan Gembiraloka.
Keempat patung memiliki model yang menggambarkan Gus Dur sebagai tokoh pluralisme. Misalnya, patung karya Ismanto di mana badan Gus Dur dikerumuni satwa. Sementara karya Cipto Purnomo, patung Gus Dur dibuat dengan tubuh Budha.
“Mudah-mudahan, masyarakat mampu menangkap karya seniman ini,” kata Sutanto, permilik studio. (nurqomar/suatmadji/ds/j)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/02/08/peringati-40-hari-gus-dur-dipatungkan
Kenyataan ini telah ada ancamannya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits diperingatkan:

وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ حَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى الأَوْثَانَ

Dan Qiyamat tidak terjadi sebelum ada kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik sehingga kelompok-kelompok dari umatku menyembah berhala-berhala. (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Tsauban, ditakhrij oleh Imam As-Suyuthi, dishahihkan oleh Al-Albani).


Marilah kita simak artikel berikut, mengenai gejala perpatungan di Indonesia dan munculnya nabi-nabi palsu.

Nabi Palsu dan Proyek Patung-patung di Indonesia

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Patung-patung dalam riwayatnya sudah jadi alat untuk mengubah agama Tauhid menjadi kemusyrikan. Amru bin Luhayyi telah mengubah Agama Nabi Ibrahim dan Isma’il alaihimas salam dari Tauhid kepada penyembahan patung-patung yang dipasang di sekitar Ka’bah. Semula patung yang dia bawa ke Makkah itu adalah sisa-sisa patung orang musyrikin zaman Nabi Nuh alaihis salam yang para penyembahnya telah musnah diadzab Allah Subhanahu wa Ta’ala karena kemusyrikannya.

Ketika patung-patung itu masih tersisa, walau para penyembahnya sudah musnah diadzab Allah set dengan banjir besar ribuan tahun lalu, namun kemudian sisa-sisa berhala-berhala itu dibawa orang yaitu Amru bin Luhayyi ke Makkah, lalu ditumbuhkan lagi penyembahan terhadap berhala-berhala. Sehingga di sekitar Ka’bah terdapat 360 berhala. Ini benar-benar pelajaran yang nyata tentang betapa bahayanya sisa-sisa kemusyrikan itu. Pusat agama Tauhid, bisa diubah menjadi pusat kemusyrikan. Sedangkan yang berusaha membawa patung itu tadi semula hanya satu orang. Bayangkan kalau di Indonesia ini, patung-patung justru jadi proyek, dibuat dengan dana dari hasil (pajak dan sebagainya dari) penduduk yang mayoritasnya Muslim. Sedang patung-patung itu bukan hanya di satu tempat, namun di berbagai tempat, bahkan mungkin tiap daerah dan tiap periode kepemimpinan ada saja yang mengadakan proyek pembuatan patung.

Hendaknya umat Islam sangat berhati-hati, lebih-lebih para penguasa yang di masa buku ini ditulis (2007M/ 1428H), menurut pendapat umum, para penguasa memakai aji mumpung yaitu mumpung berkuasa. Maka biasanya mereka membuat proyek-proyek, yang menurut rahasia umum, dari proyek-proyek itu sebagian dananya bisa masuk kantong. Jadi makin banyak proyek yang mereka ciptakan maka kemungkinan kantong mereka makin tebal. Sebaliknya, kondisi negeri ini diketahui umum bahwa hutangnya sangat besar.

Di antara proyek-proyek itu ada juga yang berupa pembuatan patung-patung dipasang di mana-mana. Bahkan ada tokoh Islam di Karanganyar Solo Jawa Tengah yang mengeluh kepada saya, bahwa bupatinya (kepala daerah tingkat dua di bawah propinsi), seorang perempuan, membuat proyek berupa membawa arca-arca dari Bali (tempat orang-orang Hindu Bali) ke daerahnya, kemudian orang menyembah berhala gara-gara pejabat di daerahnya memasang patung-patung yang didatangkan dari Bali entah untuk apa yang disebut pariwisata atau apa itu. Ini walaupun pembuat proyek pemasangan patung yang didatangkan dari Bali itu masih mengaku dirinya Muslimah, namun telah mengakibatkan adanya penyembahan berhala.

Patung-patung yang dipasang di mana-mana, di saat patung itu belum disembah, sering membuat risih. Contoh, ketika zaman Presiden Soeharto dengan Menteri Agama Munawir Syadzali, Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Hasan Basri dengan Ketua Komisi Fatwa MUI Ibrahim Hosen, para ulama dari dunia Islam berdatangan ke Indonesia untuk membahas Kalender Hijriyah Internasional (sebagaimana setiap sekian tahun diadakan musyawarah di negeri lain dengan berpindah-pindah). Para ulama dari berbagai negeri Islam itu nampak keheranan. Kenapa Indonesia dikenal negeri yang mayoritas penduduknya Muslim, tetapi pemandangan yang dilihat para ulama dari berbagai negeri itu begitu mereka menginjakkan kaki di Bandara Cengkareng Jakarta (internasional) sampai di hotel yang ditempati untuk membahas Kalender Hijriyah ternyata banyak patung-patung alias berhala. Apakah tidak ada ulamanya, Indonesia ini?

Mungkin para ulama dari berbagai negeri itu akan lebih heran lagi, seandainya ada yang membawa para ulama itu ke calon kuburan pemimpin Indonesia (Soeharto) di perbukitan Mangadeg Matesih, timur Solo Jawa Tengah. Di sepanjang jalan yang naik ke perbukitan itu, kiri dan kanan dipasangi patung-patung wadyabala kera dalam legende Ramayana (bukan dari Islam). Ada Hanoman, Subali, Sugriwa dan sebagainya, yang rata-rata berwajah kera mengaga. Jadi kalau kita berjalan kaki menuju ke perbukitan itu seakan disambut oleh patung-patung kera itu yang berdiri di sepanjang pagar kanan kiri jalan.

Dengan adanya contoh seperti itu, maka para penguasa dari pusat sampai daerah-daerah ada saja yang membuat proyek pembuatan patung. Demikian pula pengusaha dan lainnya.

Seorang da’I yang kini menjadi salah satu ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) pernah mengeluh, dia berkhutbah di suatu hotel di Jakarta. Di sisi mimbar itu ada sesuatu yang dibungkus kain di hadapan para jama’ah Jum’at itu. Ternyata yang dibungkus kain itu adalah berhala.


Hadits tentang Nabi Palsu dan Penyembahan Berhala

Berhati-hatilah wahai umat Islam, terutama pejabat dan pengusaha. Meskipun sekarang patung-patung itu belum disembah, tetapi apa yang telah diadakan itu, mungkin sekali nantinya disembah. Atau mungkin dipindahkan ke lain tempat seperti yang dilakukan oleh bupati perempuan di Karanganyar Solo Jawa Tengah itu, yang ternyata kemudian patungnya disembah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memperingatkan:


وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ حَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى الأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى كَذَّابُونَ ثَلاَثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِىٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى وَلاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ».

Dan Qiyamat tidak terjadi sebelum ada kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik sehingga kelompok-kelompok dari umatku menyembah berhala-berhala. Dan sesungguhnya akan ada di antara umatku tiga puluh pendusta yang semuanya mengaku sebagai nabi. Padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku. Dan (tetapi) akan tetap ada dari umatku segolongan yang tegak membela kebenaran (al-haq) dan mendapat pertolongan (dari Allah), mereka tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang menyelisihi (dan menghinakan) mereka, sampai datang keputusan Allah ‘Azza wa Jalla (yaitu kematian seluruh orang mukmin menjelang Qiyamat dengan datangnya angin yang mengakibatkan matinya setiap mukmin). (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Tsauban, ditakhrij oleh Imam As-Suyuthi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Pendusta-pendusta yang mengaku nabi sudah bermunculan di Indonesia seperti Lia Eden dengan Agama Salamullah yang kemudian dinamakan Kerajaan Eden, mengaku dirinya salah satu dari Tuhan-tuhan dan juga pasangan Jibril dan mendirikan agama seperti nabi. Dan di tahun 2007 ada juga Ahmad Moshaddeq dari suku Betawi (Jakarta) mengaku nabi, Al-Masih al-Maw’ud, sehingga syahadatnya diganti, bukan

وأشهد أن محمدا رسول الله

Tetapi

وأشهد أن المسيح الموعود رسول الله

Dan aku bersaksi bahwa Al-Masih al-Maw’ud adalah rasul Allah.

Unsure-unsur berikut ini perlu diperhatikan.

n Penyembah berhala padahal tadinya beragama Islam, sudah ada.

n Pendusta-pendusta yang mengaku nabi sudah bermunculan.

n Patung-patung makin banyak jumlahnya (karena sebagai proyek oleh penguasa dan pengusaha) hingga negerinya berpenduduk mayoritas Muslim, namun di mana-mana banyak patung-patung.

n Ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau yang dikhawatirkan sekali dalam sabdanya bahwa akan ada kelompok-kelompok yang menyembah berhala dari umat beliau.

n Yang akan mengikuti musyrikin untuk menyembah berhala itu bukan hanya satu kelompok, tetapi qabail, kabilah-kabilah, berbagai kelompok dari umat Islam, maka renungkanlah.

Apakah aman, bila patung-patung itu tetap ada? Apakah patung-patung yang kini belum disembah itu nantinya tidak akan disembah ketika mereka sudah menyembah patung? Dan apakah sekarang juga patung-patung itu belum disembah? Mungkin sudah diberi sesaji, entah kembang atau apa, itulah penyembahannya, dan itulah kemusyrikan, dosa tertinggi. Pelakunya tak diampuni bila ketika hidup belum taubat total. Sedang pembuatnya beserta orang-orang yang terlibat (pembuat proyek dengan aneka jajaran dan rangkaiannya) tentu saja mendapatkan dosanya, padahal dosa penyembahan patung itu dosa tertinggi, kemusyrikan.


Patung Reco Gladak

Sekadar untuk mengamati perkembangan dan penyebaran patung, coba kita simak. Mulai berkembangnya patung ke mana-mana, mari kita ambil contoh satu jenis patung namanya reco gladak. Ini adalah patung gendut pendek, tangannya mengempit pentungan, nama tempatnya Gladak, maka disebut reco gladak artinya arca gladak, semula hanyalah ada di pojokan jalan protocol dekat alun-alun Keraton Solo (Surakarta) Jawa Tengah, Indonesia. Begitu ada kampanye pemilu (pemilihan umum untuk memilih wakil-wakil rakyat untuk duduk di DPR -Dewan Perwakilan Rakyat-) tahun 1971, patung dengan sebutan reco gladak itu kepalanya ditudungi kukusan (alat menanak nasi, anyaman bambu berbentuk segi tiga bulat) berlambangkan partai tertentu. Maka media massa memberitakannya secara nasional maupun lokal, dengan foto reco gladak yang bertudung kukusan berlambang partai tertentu.

Setelah itu tahu-tahu di Jakarta (dan mungkin di tempat-tempat lainnya) mulai bermunculan reco-reco gladak terutama di hotel-hotel. Betapa cepatnya arca gladak itu beranak pinak. Bukan sekadar seperti Amru bin Luhayyi membawa patung-patung sisa zaman Nabi Nuh as dari satu tempat ke Makkah lalu disembah ramai-ramai. Tetapi reco gladak ini induknya masih tetap ada, sedang anak cucunya bertebaran di mana-mana dibuat orang.

Setelah reco gladak itu beranak pinak bertebaran di mana-mana, di tempatnya yang asli, Gladak Solo Jawa Tengah, dibangun patung lebih besar lagi, membangunnya saja sampai sekitar 6 bulan, namanya Patung Slamet Riyadi. Patung itu diresmikan Selasa 13 November 2007M kabarnya dielu-elukan (disambut dengan meriah) oleh para tokoh di sana. Patung itu di ujung atau pangkal dari jalan protocol kota Solo itu yang memang namanya Jl Raya Slamet Riyadi.

Dengan dibuatnya patung Slamet Riyadi itu maka komplitlah Kota Solo itu dengan sarana kemusyrikannya: Yang satu sudah lama ada, namanya Kyai Slamet, dan yang baru menyusul namanya Patung Slamet.

Kyai Slamet itu kerbau milik Keraton Solo yang dikeramatkan, dialap berkahnya (disikapi dengan tabarruk, mencari berkahnya). Setiap malam satu Suro (tanggal 1 Muharram, tahun baru Hijriyah), kerbau-kerbau yang dipercayai membawa berkah itu dilepas tengah malam. Manusia berjajar berderet-deret di pinggir jalan untuk menyaksikan atau bahkan mencari berkahnya, yaitu di antaranya adalah tainya (maaf). Mereka menunggu tai kerbau itu untuk dijadikan seperti jimat, sesuatu yang dianggap memberi manfaat bahkan berkah. Itulah kemusyrikan yang nyata.

Kemudian disusul Patung Slamet, yang dari zaman Nabi Nuh as pun sudah dikenal bahwa patung itu adalah berhala yang kemudian mereka sembah. Kalau sekarang belum disembah, pembuatannya itu sendiri sudah mengakibatkan siksa yang amat sangat dahsyat di Hari Qiyamat.

Berikut ini keterangan Ibnu Qudamah dalam Kitabnya, Al-Mughni, juz 7:

ج 7:( 5674 )فَصْلٌ : وَصَنْعَةُ التَّصَاوِيرِ مُحَرَّمَةٌ عَلَى فَاعِلِهَا ; لِمَا رَوَى ابْنُ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ : { الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ , يُقَالُ لَهُمْ : أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ } . وَعَنْ { مَسْرُوقٍ قَالَ : دَخَلْنَا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ , فَقَالَ لَتِمْثَالٍ مِنْهَا : تِمْثَالُ مَنْ هَذَا ؟ قَالُوا : تِمْثَالُ مَرْيَمَ , قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : إنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ } . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِمَا , وَالْأَمْرُ بِعَمَلِهِ مُحَرَّمٌ . كَعَمَلِهِ .

Fasal: Pembuatan gambar-gambar/ patung-patung (bernyawa –manusia atau binatang) diharamkan atas pembuatnya, karena berdasarkan apa yang diriwayatkan Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

 { الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ , يُقَالُ لَهُمْ : أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ }

Orang-orang yang membuat gambar-gambar/ patung-patung ini mereka disiksa di Hari Qiyamat, dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan. (Muttafaq ‘alaih).

Dan riwayat dari Masruq, dia berkata: Kami bersama Abdullah masuk ke rumah yang di dalamnya ada patung-patung, maka dia berkata mengenai patung di antaranya: Patung siapa ini?

Mereka menjawab: Patung Mariam.

Abdullah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

: إنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

Sesungguhnya manusia paling keras siksanya di Hari Qiyamat adalah pelukis-pelukis/ pematung-pematung. (Muttafaq ‘alaih).

Dan perintah untuk mengerjakannya diharamkan (pula) sebagaimana (keharaman) mengerjakannya.[1]

Jadi bukan hanya pembuat patung-patung itu yang diancam adzab paling dahsyat di Hari Qiyamat, namun termasuk pula yang memerintahkannya beserta orang-orang yang terlibat dalam urusan itu.

Demikianlah,pembuatan patung itu sendiri sangat diancam oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pelakunya (termasuk pimpro –pemimpin proyek—dan anak buahnya) dengan ancaman siksa paling keras di Hari Qiyamat. Kalau patung-patung itu disembah, maka akan lebih-lebih lagi siksanya di Akherat kelak.

Patung Inul Diprotes

Terbukti, bukan hanya penguasa dan pengusaha yang suka membuat proyek pembangunan patung. Dan bukan hanya orang yang sudah mati yang dipatungkan. Tetapi orang masih hidup pun dipatungkan, dan pemesannya serta yang mau memajangnya di jalan depan rumahnya adalah dia yang masih hidup tapi minta dipatungkan itu sendiri. Itulah Inul dan patungnya.

Pada hari yang sama antara diresmikannya Patung Slamet Riyadi di Solo dan patung Inul di Jakarta, seorang penjoget ngebor (pamer pantat, maaf) dengan sebutan Ratu Goyang Ngebor Inul Daratista mau meresmikan patung “Inul” yang berpose nyanyi joget dengan pakaian ketat sebatas dada (jadi dada tampak) dan menonjolkan maaf pantatnya. Patung itu mau diresmikan Inul di jalan depan rumahnya, . di Pondok Indah Jakarta, 12 November 2007, tetapi diancam orang untuk dirusak massa. Maka patung yang sudah terpasang itu tinggal tembok penyangganya, dan dipasangi kertas dari sebuah Organisasi Massa yang bertulisan: “Gua bukan pahlawan, gua nggak pantes dipajang di sini, pantesnya gua dipajang di kamar mandi.”

Rupanya Inul rela mengeluarkan duit untuk membuat patung dirinya (atau dimiripkan dirinya sebagai penyanyi joget) dan untuk dipajang di depan rumahnya. Harga patung itu Rp12 juta (seharga 60-an gram emas murni), melebihi patung-patung yang sudah ada di jalan itu, yang rata-rata menurut ketua RT-nya tiap satu patung seharga Rp4 juta.

Anehnya, Inul mau mengadakan konferensi pers atas gagalnya peresmian patungnya itu. Kemudian acara itupun gagal, walau wartawan sudah berdatangan, maka Inul kirim sms (pesan singkat lewat telepon genggam) kepada wartawan: “Saya hanya bersabar, mungkin ini cobaan sebelum saya berangkat ibadah haji,” tulis Inul seraya mengaku dirinya masih berada di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. (lihat Warta Kota, Selasa, 13 November 2007, halaman 1 dan 20).

Begitulah adanya. Ancaman orang yang akan merusak patung erotis dan tak pantas itu, malah dianggap oleh Inul sebagai ujian, dan dikaitkan dengan akan berangkatnya ke Tanah Suci untuk ibadah haji. Lha nanti kalau jadi syari’at baru, bahwa orang yang akan berangkat ibadah haji maka perlu memajang patung di jalan depan rumahnya, bagaimana? Sedangkan sekarang saja sudah ada adat yang entah darimana, dan sejak kapan, wallahu a’lam, setiap orang mau ibadah haji, terutama orang Betawi Jakarta, mengharuskan diri mereka mengadakan upacara Ratiban, pakai baca-bacaan, mengumpulkan orang. Bahkan ketika jama’ah haji itu masih berada di Tanah Suci Makkah ataupun Madinah, di rumah mereka pun tiap malam Jum’at diadakan Ratiban pula. Nanti ketika mereka meninggal, baik meninggalnya di Tanah Suci maupun meninggal di kampungnya atau di mana saja, maka diadakan upacara tahlilan dengan baca-bacaan dan mengumpulkan orang. Bid’ah-bid’ah itu nanti kalau ditambah dengan bid’ah yang lebih dahsyat lagi yaitu pemasangan patung, maka apa jadinya.

Di saat nanti patung-patung itu disembah orang, walau pembuat dan pemodal serta pengada proyeknya sudah di dalam kubur, namun dosanya akan tetap mengalir. Padahal itu adalah dosa kemusyrikan, yang tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bila pelakunya tidak bertaubat ketika masih hidup. Lha yang mewariskan patung-patung itu sudah di dalam kubur, sedang warisannya itu kemudian disembah orang, bagaimana mereka yang sudah mati itu akan bertaubat? Tinggallah dosa terbesar yang akan senantiasa mengalir. Na’udzubillahi min dzalik, kami berlindung kepada Allah dari yang demikian. Betapa berbahayanya, menabung dosa model ini. Berhati-hatilah wahai para manusia. (Lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2008). (nahimunkar.com)