Minggu, 29 April 2018

💕 ADA CINTA-NYA, DI BALIK UJIANMU!

🌹Sahabatku...
Pernahkah engkau merasakan penatnya hidup...
Ketika air mata tak sanggup lagi melukiskan bebanmu...
Ketika sahabatmu tak lagi mampu jadi teman berbagi...
Seolah bumi tak lagi bersahabat dengan suasana hatimu...

📌 ADA CINTA-NYA, DI BALIK UJIANMU!

Ingatlah sahabatku..

Saat itu Allah sedang menunjukkan cinta-Nya padamu.

📌 KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YANG AKU INGINKAN ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu..."

Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
.
📌 KENAPA FRUSTASI??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139
.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”
.
📌 BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
.
🌹 “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat, dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk."

Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata”
.
🌹 Cinta yang pernah Allah letakkan pada Nabi Ibrahim saat mengujinya dengan api.
.
🌹 Cinta yang pernah Allah lukiskan di hati Nabi Ayyub dengan ujian penyakit
.
🌹 Cinta yang pernah Allah hujamkan pada Rasulullah Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ dengan ujian dari kaum kafir.
.
🌹 Cinta yang sama, yang pernah Allah tanamkan di hati para Nabi melalui ujian.
.
Meski kadarnya tak sama, tapi itu adalah bagian dari Cinta Allah.
.
🌹Sahabatku...
Allah bebankan masalah di pundakmu, agar engkau menunduk Sujud pada-Nya.
.
📌 KEPADA SIAPA AKU BERHARAP,
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
.
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal”
.
AKU TAK SANGGUP !!!!
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
.
"..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
.
Allah teteskan kepedihan di qalbumu, agar air matamu mengalir mengingat-Nya.
.
Allah letakkan kesempitan di hatimu agar engkau mengingat-Nya, melapangkan hati. Semua karena Allah mencintai Do'a dan sujudmu, memohon pada-Nya.
.
🌹Sahabatku...
Bukankah mereka yang beriman pasti Allah uji? Sebagai pembuktian bahwa kita orang yang beriman. Beriman pada Allah saat lapang dan sempit. Lalu, pantaskah kita memohon syurga tanpa ujian ?
Ya, Orang beriman pasti mendapat ujian.
.
📌 KENAPA AKU DIUJI ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya. Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
.
📌 KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??
QURAN MENJAWAB:
Qs. Al-Baqarah : 286

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

🌹Sahabatku...
Jika hari ini pundakmu terlalu berat menahan masalahmu. Saat itu, sajadah menunggumu untuk bermunajat. Saat itu juga Allah sedang menantimu untuk memohon. Memohon belas kasih dan cinta-Nya. Karena setiap ujian adalah bentuk cinta-Nya.
.
Wallohu a’lam bisshowab.

Kamis, 15 Februari 2018

GORESAN TINTA HARI JUM'AT

✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻
💞 *ku merindukan sosok dirimu disampingku ayah* 💞

Duhai putriku.......
Suduhlah kau menolongku nak? Kemaren malam ayah mimpi ayah melihat ada taman yang begitu indah namun ketika ayah melihat kekiri.api bergejolak tiada henti.lalu aku melihat dirimu di sampingku.lantas kau mendorongku tetapi keneraka itu..

Duhai putriku....
Sudahkah kau menolongku nak? Aku tak butuh rumah megah tak butuh mobil mewah aku tak butuh segala materi aku tak minta kedudukanmu.yang kuminta hanya satu
Berhijrahlah dijalan Rabbmu. Cukup bantu aku mengurangi beban hisab ku dihadapan rabbmu.cukup jadi jembatan untuk menuju syurga,bukan neraka panas itu...

Duhai putriku...
Jika kau ingin membahagiakanku,maka berhijrah atas nama Allah untuk menyelamatkan orngtua mu,cukup beehijrah maka aku sangat bangga padamu.

Duhai putriku...
Sudahkah kau menolongku nak.tolong pakailah hijab syar'i jadilah bidadari syurga untuku dan untuk ibukmu.apa kau tega melihat ayahmu menerima panasnya api neraka.apa kamu gak mau menghirup sejuknya surga bersama ibuk dan ayah.

Wahai ayahku yang kucintai karna Allah apabila dunia dan diriku yang saat ini tak mampu membahagiakanmu,maka akan kutinggalkan semua untukmu,aku akan berusaha menjadi wanita yang kau minta,maka masuklah surga dan tanpa kubiarkan satu goresan tetkena api neraka.maaf selama ini aku memberatkan hisabmu ayah....

*hijrahku untuk Allah,untuk ibu,untuk ibu,untuk ibu,untuk ayah...* 
Amiin ya rabb....

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

💕 *by:Neng Ria* 💕

Senin, 12 Februari 2018

⛺🏠 *Sebuah Nasehat

⛺🏠 *Sebuah Nasehat

                                                                           👣Ketika anda berjalan tanpa alas kaki di tempat yang penuh dengan duri dan kerikil tajam, apakah yang akan anda lakukan?
                                                                            👣Tiada henti Mata anda mengamati segala sesuatu yang ada di sekitar anda. Hati anda senantiasa khawatir alias takut, bila kaki anda salah menginjak duri atau kerikil tajam.
Tidak ada alasan bagi anda untuk berkata : Mengapa saya perlu khawatir.

👣Dan pada saat semacam ini, orang yang memperingatkan anda tentang duri yang ada di sekitar anda, adalah orang yang paling berjasa.

👣Namun, mengapa sikap anda berbeda, ketika anda berjalan di jalan akhirat?

👣Orang yang rajin memperingatkan anda dari duri-duri akhirat, sering anda anggap sebagai orang yang mengusik kedamaian dan kebebasan anda ...
Orang itu anda anggap sebagai pengganggu dan andapun membencinya.

👣Dalam urusan jalan akhirat, apakah Anda lebih senang dengan orang yang membiarkan anda melangkah ke mana saja anda suka?

👣Renungkanlah wahai saudaraku, semoga anda selamat di sepanjang jalan menuju akhirat, sehingga anda tiba di pintu surga. Aamiin   

☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum.                                           selamat istirahat
                                                                              ✒ Ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

***

Rabu, 07 Februari 2018

Angin Duduk


```Pada satu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya,
Maka datang satu Angin yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah
Sulaiman siapakah engkau......?.

Maka dijawab oleh Angin tersebut : akulah Angin Rihul Ahmar....dan
Aku bila memasuki rongga anak Adam, maka lumpuh, keluar darah dari
rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam.....

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar angin
tersebut,maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa:
Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,tiada sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T.
Lalu Rihul Ahmar pun menghilang.

Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad SAW terkena Rihul Ahmar
sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.

Maka datang Malaikat Jibril kepada
Nabi SAW  dan bertanya Nabi kepada Jibril.

Maka menghilang sebentar,lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan do'a Rihul Ahmar kepada Nabi SAW kemudian
dibaca do'a tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah sembuh serta merta.

Lalu bersabda Nabi S AW : Bahwa barang siapa membaca do'a stroke/do'a Rihul Ahmar.....walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau
STROKE.

Do'a menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

Allahumma inni a'uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar....
Artinya :
Ya Allah Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

Panjangkanlah ke Group Keluarga, Sahabat kita yang tersayang...agar kita semua  terhindar dari STROKE senantiasa dalam balutan sehat dan sejahtera.....!```

Jumat, 02 Februari 2018

Pacaran ternyata penuh dusta

Pacaran ternyata penuh dusta

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan. Orang yang pacaran akan selalu mengelabui pasangannya.

Ketika masa-masa pacaran, si kekasih akan selalu berdandan cantik di hadapan pacarnya, berkata lemah lembut, bersenyum manis dan belang jeleknya ditutup-tutupi. Yang pacaran akan merasa tidak pede jika nampak sesuatu yang jelek dari dirinya. Kalau dikatakan pacaran sebagai jalan untuk mengenal pasangan sebelum nikah, kenyataanya penjajakan tersebut jauh berbeda dengan saat telah menikah. Saat telah menikah, satu sama lain tidak mesti berpenampilan cantik atau ganteng saat di rumah. Tidak mesti pula terus-terusan bertemu dalam keadaan harum atau wangi. Bahkan dalam pernikahan ada pasangan yang berkata kasar yang hal ini tidak dijumpai saat pacaran dahulu.

Padahal Islam sudah memberi jalan bahwa mengenali pasangan bisa dari empat hal: (1) kecantikan, (2) martabat (keturunan), (3) kekayaan atau (4) baik atau tidak agamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”. (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446). Mengenal calon pasangan sudah cukup lewat empat hal tersebut. Keempat hal tadi bisa diketahui dari keluarga dekat atau dari teman dekat si pasangan. Jadi, tidak mesti lewat lisan si pasangan secara langsung.

Jika sudah ada cara yang Islam gariskan, masihkah mencari cara lain untuk mengenal pasangan? Lantas apa mesti mengenal calon pasangan lewat pacaran?

Ketahuilah bahwa nikah adalah tanda ingin serius, sedangkan pacaran hanya ingin terus dipermainkan. Jangan heran jika ada yang sudah pacaran bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak sampai setahun jadi bubar.

Coba lihat saja para sahabat Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pernah menempuh jalan pacaran ketika mencari pasangan. Sekali ta’aruf, merasa cocok, sudah langsung menuju pelaminan. Tidak seperti para pemuda saat ini yang menjalani pacaran hingga 10 tahun untuk bisa saling mengenal lebih dalam. Padahal para sahabat adalah sebaik-baik generasi sepeninggal Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mesti dicontoh. Lihat saja apa yang terjadi ketika Fathimah dinikahi ‘Ali bin Abi Tholib atau Ruqoyyah yang dinikahi sahabat mulia ‘Utsman bin ‘Affan, mereka tidak melewati proses penjajakan pacaran. Imam Ahmad berkata dalam Ushulus Sunnah, “Hendaklah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat -radhiyallahu ‘anhum- serta mengikuti ajaran mereka.”

Lihat pula si mbah kita dahulu. Mereka juga tidak mengenali calon pasangan mereka dengan pacaran. Akan tetapi, keluarga mereka tetap langgeng dan punya banyak keturunan.

So … Apa gunanya pacaran? Jika Anda ingin dikelabui terus-terusan, maka monggo itu pilihan Anda dan akhirnya Anda yang tanggung sendiri akibatnya.

Semoga Allah beri taufik dan hidayah.

Sabtu, 13 Januari 2018

ABU NAWAS PUN BISA PURA-PURA CERAIKAN ISTRINYA UNTUK MENYELEMATKAN HARTA SITAAN

Copas dari GWA sebelah

Oleh: Ust. Miftah el-Banjary

Al-Kisah suatu hari Abu Nawas mondar mandir kebingungan disebabkan dia hanya punya waktu tiga hari lagi hanya untuk melunasi semua hutang-hutangnya.

Jika tidak mampu melunasinya, dipastikan Abu Nawas akan dipenjarakan dan aset hartanya akan disita oleh kerajaaan Khalifah Harun al-Rasyid.

Abu Nawas harus mencari akal agar aset hartanya yang tersisa tidak disita oleh pengadilan kerajaan. Selama tiga hari tiga malam, Abu Nawas tidak karuan tidur dan makan, dia berpikir sepanjang hari dan sepanjang malam.

Menjelang hari yang ketiga, Abu Nawas berteriak lantang, "Aha! Aku punya akal!!" pekik Abu Nawas kegirangan. Abu Nawas segera menemui istrinya, dan menceritakan ide briliannya.

"Apaaa?!! Apa kamu sudah gila?!!" pekik istri Abu Nawas terperanjat kaget. Abu Nawas membiarkan keterperanjatan istrinya hanya dengan senyum.

Kemudian Abu Nawas membisikkan sesuatu ke telinga istrinya diiringi seringai senyum sang istri penuh pemahaman. "Baiklah, kalau begitu maumu, aku menurut saja," ujar istrinya mengangguk-angguk.

Keesokan harinnya, Abu Nawas dipanggil dan dihadapkan di depan persidangan. Khalifah Harun al-Rasyid sendiri yang menjadi hakimnya.

"Hai Abu Nawas, sudah banyak laporan yang mengadukan bahwa kau sudah terlalu banyak hutang, dan tidak ada jalan, kecuali hartamu yang tersisa itu saja yang akan diambil kerajaan untuk disita dan dilelang.

Sekarang sebutkan aset harta kekayaan apa lagi yang masih tersisa? Rumah? Tanah? Kebun? Ternak? Toko?" tanya sang Khalifah.

"Maafkan hamba duhai baginda Raja yang bijak. Hamba tidak memiliki semua yang baginda sebutkan itu. Hamba sekarang telah pailit dan jatuh miskin." Ujar Abu Nawas memelas penuh rasa iba.

"Kau jangan berbohong wahai Abu Nawas. Pihak penuntut umum kerajaan telah mendata semua asetmu yang masih tersisa dan itu akan kami sita sebagai jaminan!" tegas Khalifah.

"Benar baginda! Hamba tidak berbohong. Aset kekayaan itu sudah tidak bukan milik hamba lagi! Hamba sudah tidak punya apa-apa lagi buat disita!"

"Apa maksudmu, wahai Abu Nawas. Kau jangan mempermainkan persidangan mulia ini! Berkata jujurlah, sebab jika tidak kau akan dikenakan sanksi yang lebih berat lagi."

"Benar baginda, hamba tidak berdusta. Tadi malam setelah mengetaghui hamba tidak mampu lagi melunasi hutang-hutang hamba yang dibebankan pengadilan, lalu istri hamba meminta hamba untuk menceraikannya.

Dan dia meminta agar semua aset harta kekayaan diserahkan atas nama istri hamba. Hamba pun telah menyerahkan semua tanpa tersisa. Dan sekarang hamba tak memiliki apa-apa lagi untuk disita."

Sang Khalifah tercenung. Dia memikirkan bahwa apa yang dilakukan oleh Abu Nawas benar adanya. Bahkan menurut peraturan undang-undang di kerajaan:

"Apabila seseorang sudah jatuh bangkrut dan dinyatakan pailit, maka segala tuntutan hutang-hutangnya dibebaskan oleh kerajaan."

Istri Abu Nawas serta saksi-saksinya pun dihadirkan untuk bersaksi sebagaimana kesaksian Abu Nawas. Dan benar adanya, Abu Nawas telah menceraikan istrinya dan ia pun telah menyerahkan aset kekayaannya pada istrinya.

Walhasil, akhirnya keputusan sidang memutuskan bahwa Abu Nawas dilepaskan dari segala tuntutan hutang.

Setelah diketok palu, Abu Nawas segera berdiri menggandeng bahu istrinya. Orang-orang pun terheran-heran dan bertanya, mau kemana dia membawa istrinya.

Abu Nawas dengan santai menjawabnya, "Aku ingin mengajaknya rujuk kembali!"

Sang Khalifah dan semua hadirin yang hadir hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kecerdasan si Abu Nawas melepaskan diri dari hutang serta ancaman sitaan harta dari pengadilan kerajaan.

***

Kisah diatas boleh jadi hanya sekedar anekdot humor, tapi meski demikian, jika analisa lebih jauh tidak sedikit para artis dan koruptor yang menggunakan trik licik ini untuk terlepas dari jeratan hutang dan sitaaan bank.

Jika seseorang sudah tidak mampu melunasi hutang-hutangnya atau dia dinyatakan pailit, maka tentu saja aset kekayaannya yang masih tersisa akan disita oleh Bank.

Salah satu cara untuk mengamankan aset kekayaan yang tersisa dengan cara memindahkan aset tersebut pada istri yang sah atau kekayaan tersebut diatasnamakan atas nama istri, lalu kemudian menggugat cerai sang istri.

Drama melankolis penuh intrik ini bukan cara baru di Barat. Bahkan kasus serupa pernah terjadi di Thailand.

Amankan Harta, Thaksin Pilih Bercerai

Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra dilaporkan bercerai dengan istrinya, Pojaman Shinawatra.

Media-media Thailand melaporkan Thaksin dan Pojaman yang menikah pada 1976 bercerai di Kantor Konsulat Jenderal Thailand di Hongkong.  Demikian dilaporkan koran berbahasa Inggris Nation dan Bangkok Post.

Thaksin yang setelah terguling menetap di Inggris divonis inabsentia dua tahun penjara oleh pengadilan Thailand pada Oktober.

Ia dituduh menyalahgunakan kekuasaan saat menjadi perdana menteri. Inggris mencabut visa Thaksin pekan lalu saat ia dalam perjalanan ke luar negeri.

Bangkok Post mengutip seorang pengamat politik yang tidak disebutkan identitasnya melaporkan, perceraian Thaksin bertujuan untuk melindungi aset-aset pasangan itu yang sebagian besar atas nama Pojaman.

Menurut Komisi Anti-Korupsi Nasional, Thaksin dan keluarganya memiliki kekayaan 406 juta dollar AS ketika dia menjadi PM pada 2001.

Thaksin menjadi PM hingga 2006 ketika pemerintahannya kemudian digulingkan kudeta militer tak berdarah. Ia masih mempunyai pengaruh di pemerintahan Thailand saat ini.
    

Pun di Indonesia yang sebagian besar perundang-undangannya mengacu pada dasar hukum Belanda, pun secara konstitusi harta suami sudah tidak dapat disita dikala sudah diatas-namakan atas kepemilikan sang istri yang telah diceraikan.

Jadi jika pada hari ini kita mendengar berita ada pejabat, mantan pejabat, publik figur atau artis yang tetiba saja menggugat menceraikan istrinya, boleh jadi kita hanya sekedar menganalisa "Ada apa ini?"

Apakah ada kasus yang serupa yang pernah terjadi pada PM Thailand diatas? Apakah ini dramatisasi ala korea? Atau persoalan yang lazim terjadi di Barat di saat ada mantan pejabat yang bermasalah tetiba menceraikan istrinya?

Apakah disebabkan persoalan pailit atau hutang piutang demi menyelamatkan aset kekayaan dengan cara memindahtangankan pada istri yang telah diceraikan?

Boleh jadi ini cara paling aman untuk mengamankan aset yang bakal disita oleh Bank.

Tapi jika ini memang benar terjadi, bukan sekedar sensasi, maka cara ini adalah cara paling kejam untuk mengelabui undang-undang agar terbebas dari tuntutan lilitan hutang.

Jadi teringat berita viral sore tadi, ada katanya yang tetiba saja menggugat istrinya cerai tanpa ada hujan dan angin. Tapi ya kita doakan saja semoga itu hanya HOAX belaka.

Walhasil, ternyata Abu Nawas jauh lebih cerdik dan cerdas ya hehe..😂😂😂