Rabu, 02 Januari 2019

Jangan Remehkan Shalat Ashar !

Entah karena menyibukkan diri dengan urusan dunia, seperti karena sekolah, kuliah, pekerjaan, atau hanya karena pergi main seperti nonton film atau sepak bola, sebagian kaum muslimin seringkali menunda-nunda melaksanakan shalat ashar hingga waktunya hampir habis, atau bahkan tidak mengerjakan shalat ashar sama sekali. Tentu saja hal ini bertentangan dengan perintah syariat untuk menjaga pelaksanaan semua shalat wajib, termasuk shalat ashar, sesuai dengan waktunya masing-masing. Bahkan terdapat ancaman khusus bagi mereka yang sengaja meninggalkan shalat ashar. [1]
Perintah Allah Ta’ala untuk Menjaga Shalat Ashar

Allah Ta’ala berfirman,

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al-Baqarah [2]: 238]

Menurut pendapat yang paling tepat, yang dimaksud dengan “shalat wustha” dalam ayat di atas adalah shalat ashar. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi perang Ahzab,

شَغَلُونَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى، صَلَاةِ الْعَصْرِ

“Mereka (kaum kafir Quraisy, pent.) telah menyibukkan kita dari shalat wustha, (yaitu) shalat ashar.” [2]

Dalam ayat di atas, setelah Allah Ta’ala memerintahkan untuk menjaga semua shalat wajib secara umum (termasuk di dalamnya yaitu shalat ashar), maka Allah Ta’ala kemudian menyebutkan perintah untuk menjaga shalat ashar secara khusus. Apabila seseorang dapat menjaga shalat wajibnya, maka dia akan mampu untuk menjaga seluruh bentuk ibadahnya kepada Allah Ta’ala. [3]
Balasan bagi Orang yang Menjaga Shalat Ashar

Terdapat hadits khusus yang menyebutkan pahala bagi orang yang menjaga shalat ashar, yaitu mendapatkan pahala dua kali lipat dan tidak akan masuk ke neraka. Abu Bashrah al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat ashar bersama kami di daerah Makhmash. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوهَا، فَمَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ، وَلَا صَلَاةَ بَعْدَهَا حَتَّى يَطْلُعَ الشَّاهِدُ» ، وَالشَّاهِدُ: النَّجْمُ

‘Sesungguhnya shalat ini (shalat ashar) pernah diwajibkan kepada umat sebelum kalian, namun mereka menyia-nyiakannya. Barangsiapa yang menjaga shalat ini, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan tidak ada shalat setelahnya sampai terbitnya syahid (yaitu bintang).’” [4]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَقَبْلَ غُرُوبِهَا»

“Tidak akan masuk neraka seorang pun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (yakni shalat subuh, pent.) dan sebelum matahari terbenam (yakni shalat ashar, pent.).” [5]
Ancaman bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Ashar

Di antara dalil yang menunjukkan pentingnya kedudukan shalat ashar adalah ancaman bahwa barangsiapa yang meninggalkannya, maka terhapuslah pahala amal yang telah dikerjakannya di hari tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar, maka terhapuslah amalannya.” [6]

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Yang tampak dari hadits ini – dan Allah lebih mengetahui tentang maksud Rasul-Nya- adalah bahwa yang dimaksud ‘meninggalkan’ ada dua kondisi. Pertama, meninggalkan shalat secara keseluruhan, tidak melaksanakan shalat sama sekali. Maka hal ini menyebabkan terhapusnya seluruh amal. (Kondisi ke dua), meninggalkan shalat tertentu di hari tertentu. Maka hal ini menyebabkan terhapusnya amal di hari tersebut. Terhapusnya amal secara keseluruhan adalah sebagai balasan karena meninggalkannya secara keseluruhan, dan terhapusnya amal tertentu adalah sebagai balasan karena meninggalkan perbuatan tertentu.” [7]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

«الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ، كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ»

“Orang yang terlewat (tidak mengerjakan) shalat ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarga dan hartanya.” [8]

Ketika seseorang kehilangan keluarga dan hartanya, maka dia tidak lagi memiliki keluarga dan harta. Maka ini adalah perumpamaan tentang terhapusnya amal seseorang karena meninggalkan shalat ashar.
Ancaman bagi Orang yang Menunda-nunda Pelaksanaan Shalat Ashar sampai Waktunya Hampir Habis

Apabila seseorang mengerjakan shalat ashar di akhir waktu karena berada dalam kondisi darurat tertentu, maka shalatnya tetap sah meskipun dia hanya mendapatkan satu raka’at shalat ashar sebelum waktunya habis. Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ، فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ

“Barangsiapa yang mendapati satu raka’at shalat ashar sebelum matahari terbenam, maka dia telah mendapatkan shalat ashar.” [9]

Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah ketika seseorang sengaja menunda-nunda pelaksanaan shalat ashar sampai waktunya hampis habis tanpa ada ‘udzur tertentu yang dibenarkan oleh syari’at. Atau bahkan hal ini telah menjadi kebiasaannya sehari-hari karena memang meremehkan shalat ashar. Maka hal ini mirip dengan ciri-ciri orang munafik yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

«تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا، لَا يَذْكُرُ اللهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا»

“Itulah shalatnya orang munafik, (yaitu)duduk mengamati matahari. Hingga ketika matahari berada di antara dua tanduk setan (yaitu ketika hampir tenggelam, pent.), dia pun berdiri (untuk mengerjakan shalat ashar) empat raka’at (secara cepat) seperti patukan ayam. Dia tidak berdzikir untuk mengingat Allah, kecuali hanya sedikit saja.” [10]

Dari penjelasan di atas, jelaslah bagi kita bagaimanakah bahaya meninggalkan shalat ashar atau sengaja menunda-nunda pelaksanaannya hingga hampir di akhir waktunya. Oleh karena itu, hendaklah seorang muslim memperhatikan sungguh-sungguh masalah ini. Misalnya, seorang pegawai yang akan pulang ke rumah di sore hari, hendaklah dia memperhatikan apakah mungkin akan terjebak macet di perjalanan sehingga tiba di rumah ketika sudah maghrib. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya dia menunaikan shalat ashar terlebih dahulu sebelum pulang dari kantor. Atau ketika ada suatu acara atau pertemuan di sore hari, hendaknya dipastikan bahwa dia sudah menunaikan shalat ashar. Semoga tulisan ini menjadi pengingat (terutama) bagi penulis sendiri, dan kaum muslimin secara umum.

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/19792-jangan-remehkan-shalat-ashar.html

Rabu, 12 Desember 2018

MENGAPA EMPAT IMAM MADZHAB TIDAK MENGGUNAKAN HADITS SHAHIH BUKHARI MUSLIM? ?

Tulisan ini panjang, tapi bagus sbg penambah wawasan keislaman kita, agar tidak terbodohi kaum yg ngaku paling sesuai Al Quran dan Sunnah

ANTARA ULAMA FIQIH (DOKTER) dengan ULAMA HADITS (APOTEKER)

(Urgensi mengetahui tahun kelahiran mereka)

jangan lupa share jika dirasa bermanfaat

Kenapa para Imam Mazhab seperti Imam Abu Hanifah, imam Malik, imam Syafii dan imam Ahmad, tidak menggunakan hadits shahih Bukhari dan shahih Muslim yg katanya merupakan 2 kitab hadits tershohih?

Untuk tahu jawabannya, kita mesti paham sejarah. Mesti paham biografi tokoh2 tersebut.

👳Imam Abu Hanifah lahir tahun 80 Hijriyah,
👳Imam Malik lahir tahun 93 Hijriyah,
👳Imam Syafii lahir tahun 150 Hijriyah dan
👳Imam Ahmad lahir tahun 164 Hijriyah.

Sementara itu

👳Imam Bukhori lahir tahun 196 H,
👳Imam Muslim lahir tahun 202 H,
👳Imam Abu Daud lahir tahun 202 H,
👳Imam Nasai lahir tahun 215 H.

Artinya

Imam Abu Hanifah (Madzhab Hanafi) sudah ada 116 tahun sebelum Imam Bukhori lahir,

dan

Imam Malik sudah ada 103 tahun sebelum Imam Bukhari lahir.

"Lalu ada pertanyaan, apakah hadits para Imam Mazhab lebih lemah dari Shohih Bukhari dan Shohih Muslim?"

Jawabannya, justru sebaliknya. Hadis-hadis para imam mazhab lebih kuat dari hadits2 para Imam Hadits, karena para imam mazhab hidup lebih awal daripada Imam2 Hadits.

Rosululloh SAW bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

*“Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku, kemudian kurun sesudahnya (sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in).”* [HR. Al-Bukhori no. 2652 dan Muslim no. 2533 ]

Jadi kalau ada manusia zaman sekarang yg mengklaim sebagai ahli hadits, lalu menghakimi bahwa pendapat Imam2 Mazhab adalah salah dgn menggunakan alat ukur hadits2 Shohih Bukhori dan Shohih Muslim, maka boleh dibilang orang itu adalah TIDAK :
❌Paham ILMU FIQIH,
❌Paham Ajaran Islam.

Jadi, meskipun menurut hadits Shohih Bukhori misalnya, bahwa sholat Nabi begini dan begitu, berbeda dgn cara sholatnya Imam Mazhab.

"Sadarilah oleh kita bahwa, para Imam Madzhab itu, seperti Imam Malik melihat langsung cara sholat puluhan ribu anak2 sahabat Nabi di Madinah. Anak2 sahabat ini belajar langsung ke Sahabat Nabi yg jadi bapak mereka. Jadi lebih kuat ketimbang 2-3 hadits yg diriwayatkan Imam Bukhori 100 tahun kemudian. Bahkan Imam Abu Hanifah bukan hanya melihat puluhan ribu anak2 para sahabat melainkan beliau telah berjumpa dgn para sahabat Nabi s.a.w."*

Imam Bukhori dan Imam Muslim, meski termasuk pakar hadits PALING TOP, mereka tetap bermazhab. Mereka mengikuti mazhab Imam Syafi’ie.

Berikut ini di antara para Imam Hadits yang mengikuti Mazhab Syafi’ie:

Imam Bukhori,
Imam Muslim,
Imam Abu Daud,
Imam Nasa’i,
Imam Baihaqi,
Imam Turmudzi,
Imam Ibnu Majah,
Imam Tobari,
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani,
Imam Nawawi,
Imam as-Suyuti,
Imam Ibnu Katsir,
Imam adz-Dzahabi,
Imam al-Hakim.

Lalu ada yg bertanya, lho apa kita tidak boleh mengikuti hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, dsb?

Ya tentu boleh, tetapi bukan sebagai landasan utama melainkan sebagai pelengkap.

*"Jika ada hadits yg bertentangan dgn ajaran Imam Mazhab, maka yg kita pakai adalah ajaran Imam Mazhab. Bukan hadits tersebut"

Kenapa seperti itu?
Karena para Imam Hadits saja seperti itu.

95% imam hadist mengikuti Mazhab imam Syafi’ie.

Tidak pakai hadits mereka sendiri? Benar. Karena keilmuan mereka masih jauh di bawah para imam mazhab.

Cukup banyak orang awam yg tersesat karena mendapatkan informasi yg sengaja disesatkan oleh kalangan tertentu

Menurut kelompok ini Imam Madzhab yg 4 itu kerjaannya cuma merusak agama dgn mengarang2 agama dan menambah-nambahi seenaknya.

✔Itulah fitnah kaum akhir zaman terhadap ulama salaf yg asli.

Imam Mazhab itu sebenarnya lebih faham tentang hadist dibanding imam hadist sendiri. Apa buktinya? Tidak ada Imam hadist yg berijtihad sendiri. Mereka semua bermadzhab. Apa kita berani menyalahkan imam hadist karena mereka bermadzhab?

Atau

Beranikah kita mengatakan imam hadist telah berbuat kesalahan karena bermadzhab kepada orang yg tidak faham sumber hukum Al Quran dan Hadist?

Imam Ahmad berkata, untuk menjadi mujtahid, selain hafal Al Qur’an juga harus menguasai minimal 500.000 hadits. Sedangkan hadits Shohih yg dibukukan Imam Bukhori cuma 7000-an. Sementara Imam Muslim cuma 9000-an. Nah lohhh...???

Imam malik, hanafi, syafii, hambali itu selain hafal al quran beserta tafsir dan asbabun nuzulnya, juga hafal ratusan ribu bahkan jutaan hadist plus asbabul wurudnya, serta menguasai berbagai cabang ilmu.

Itulah kenapa imam hadist-pun bermadzhab, tidak ijtihad dgn hadistnya sendiri.

Lihatlah pengelabuhan, penyesatan, dan pembodohan terstruktur, sistematis dan masif ini. Masihkah kita diam?

Ayo ngaji. Guruku adalah ulama pesantren, bukan mbah google ataupun artis ceramah tv, youtube, maupun medsos lainnya.

Bermanfaat bukan? jangan lupa share

Kamis, 22 November 2018

Untuk Grace

Akhirya Menemukan Ungkapan Kata yang Pas dengan Perasaan Hati ini...

Baca Tuntas ya..... Surat buat kamu yang Cuma Numpang  hidup di Bumi Pencipta tapi berani menentangnya..

Dear Grace,
Beberapa hari ini, koq aneh, aku jadi inget terus sama kamu. Orasi dan narasi politik yang kamu berikan membuat aku cukup merinding. Seperti ada aura kelam disana.

Kamu bilang Partai lucumu sebagai Partai abad Millinium,  namun pola fikir yg keluar seperti zaman Byzantium.

Kamu mau meraih suara kaum millineal,  namun aura politikmu malah bikin mual...

Dear Grace,
Kamu bilang mau menolak dan menghapus Perda agama Jika duduk di parlemen nanti. Kamu bilang takut Indonesia menjadi Suriah ke dua....

Apa kamu tahu grace, sebelum kamu dan golongan kamu berkoar koar soal kebhinekaan, kami, bangsa ini sudah saling tersenyum dan berjabat Ramah dengan segala perbedaan, adat, budaya dan agama. Ketika kami ke Bali, kami hormati adat dan budaya Bali dengan tradisi Hindunya yang kharismatik dan menarik.

Kamipun tenaang tenang saja dengan perda di papua, yg melarang berdagang di hari peribadatan. Pun dengan di Aceh atau daerah lain yg menerapkan perda syariah. Kami tenang, kami tidak gontok gontokan seperti sekaarang...

Kamu fikir mereka yg berdemo sampai jutaan itu tidak ada sebab akibat nya? ? Sebabnya adalah kamu dan gerombolan kamu yang mengusik ketenangan ini. Sebabnya adalah kalian yg berlindung dibalik kebhinekaan semu, sehingga bebas menghujat dan menghina kepercayaan atau agama orang lain.

Kamu tahu, baru saat ini hijab dibandingkan dengan konde,  baru saat ini suara adzan mulai dipermasalahkan,  mulai saat ini ada larangan larangan ceramah,.... kamu mau membantah??

Kalau kamu bilang takut Indonesia menjadi Suriah ke dua, maka yang aku takutkan adalah kamu dan gerombolan kamu yang menyuntikan faham kebencian atas nama kebebasan..


Yang aku herankan adalah kamu dan gerombolan kamu yang membiarkan ketimpangan penanganan hukum dan kemudian bernyanyi tentang keadilan...

Dear Grace,
Aku bilang yaaa, gk perlu orang lulus S3, S2 atau PhD, untuk memahami bahwa pidato Victor yg jadi gubernur NTT itu penuh dengan kebencian dan ancaman pembunuhan,  orang yang gk sekolah saja bisa faham, tapi kalian diam, mengiyakan.

Lantas ketika seorang ADP, mengatakan kata Idiot kepada gerombolan yg mempersekusinya, kamu dan gerombolan kamu berteriak nyaring. Adili!! Sampai disini kamu faham Grace, apa itu keadilan menurut kalian? ? Ya keadilan menurut kalian adalah sebuah permainan yang mengasyikan.

Karena kalian didukung penguasa, maka kalian bertepuk tangan riang... kalian membuat keruh, membuat hoax yg menyesatkan dan membenturkan. Tapi kalian diberi piagam penghargaan. Sampai disini kamu faham dimana posisi kalian??

Ya.... kalian durjana berbaju dengan tulisan Saya Orang Baik... sekalipun hati kalian mengiyakan bahwa apa yang kalian lakukan adalah ketidak adilan.

Dear Grace,
Kamu dan Kalianlah yg aku takutkan akan membawa ketidak harmonisan dalam berbangsa dan bernegara. Kamu dan gerombolanmulah yang selalu memantik api perselisihan... memuntahkan kata kata kotor, menyanyikan makian, kebencian...

Kamu sendiri tahu berapa kali teman temanmu seperti Abu Sundal, DS menyebar hoax yang menyesatkan. Namun tetap aman, karena berhasil menjilat bokong sang majikan.

Kamu mau berkilah?? Silahkan... Karena itulah kebiasaan kalian. Jauh dari sifat jujur dan ksatria. Jangankan minta maaf untuk sebuah kesalahan , malahan bertambah pula kebohongan kebohongan yang dilagukan...

Kamu dan gerombolan kamu adalah kolaborasi pembohong dan penjilat. Kemudian playing victim....

Grace,  you really really need more grease.... to be more wise.

Kamu perlu asupan minyak pelumas, agar gerakanmu tidak kaku, menabrak sana menabrak sini tiada kendali.

Kalau kamu mau mengkritisi dan menghilangkan perda agama,  maka kamu dan gerombolanmu tak pantas tinggal dinegara yang berketuhanan yang Maha Esa.

Semoga Tuhan yang bisa membolak balikan hati, mengisi hatimu, hatiku dan hati kita semua dengan kebaikan, sehingga negeri ini kembali berseri...

Danke

Kamis, 15 November 2018

Keadilan dalam Demokrasi

Copas dari GWA sebelah.

Oleh : Adib Zain

Sebuah peristiwa di Kota Bandung, di depan rumah saya, dua kendaraan angkut mobil atau biasa disebut 'mobil-derek' berhenti dekat saya berjalan kaki. Diatasnya ada mobil yang mau diturunkan dipinggir jalan disitu. Saya bertanya kepada petugas DLLAJR yang sibuk bekerja : "Kang, mengapa mobil ini di derek". Dia menjawab singkat : "Akan ada Presiden, prosedurnya harus dibersihkan kalau ada mobil yang parkir dipinggir jalan di dekat tempat acara Presiden".

Dalam hati saya ini hari Sabtu, libur dan masa kampanye Pilpres; Pak Jokowi itu dalam posisi menjalankan tugas Presiden atau menggunakan hak Capres yang sedang kampanye? Setelah saya cari tahu, ternyata disebuah hotel tidak jauh dari rumah saya, ada pertemuan Jokowi dengan "Tim Suksesnya". Nah, disinilah kesan istimewa seorang petahana/penjabat jika ikut kontestasi politik, hak protokoler beliau masih melekat?

Saya akhirnya pagi dini hari ini menemukan frasa "Keadilan Demokrasi" atau perlakuan penyelenggara Pemilu terhadap seorang penjabat/petahana dalam kontestasi politik untuk kepentingan dirinya masih dapat menggunakan hak protokoler dan fasilitas serta aparatur negara, sebagai bentuk ketidak-adilan dalam demokrasi? Perlu dijawab.

Ini kesimpulan yang bisa diperdebatkan. Karena saya hanya ingin mengatakan; petahana/penjabat lebih diuntungkan jika masih diperbolehkan menggunakan fasilitas jabatannya selama hari beliau berkampanye. Apalagi jika dikaitkan karena Presiden sebagai Kepala Negara, maka saya pasti tidak populer dan dianggap menyinggung persoalan prinsip yang berlindung pada istilah Presiden sebagai "simbol negara".

Saya bukan ahli hukum tata negara, apalagi penyusun naskah akademik peraturan perundang undangan. Saya hanya orang biasa yang melihat, dalam kasus ini, beliau contoh sebagai peserta Pemilu yang tunduk pada rezim/UU Pilpres, sehingga fasilitas negara dan jabatan sementara harus dilepaskan, kecuali pengamanan atas keselamatan jiwa Presiden yang masih melekat, selebihnya Capres/caleg orang biasa yang tunduk pada rezim Pemilu.

Konsekwensi logis pula, agar tidak campur-aduk; kegiatan, jadwal atau fasilitas negara, sudah seharusnya tidak dapat lagi dipakai selama hari-hari dimana petahana/penjabat mengambil waktu untuk berkampanye. Demikian pula halnya, seorang Pejabat Negara, Kepala Daerah dll yang berkampanye untuk calon yang diunggulkannya tidak boleh menggunakan pengaruh dan fasilitas jabatannya.

Keadilan dalam demokrasi seperti PIleg dan Pilpres serentak ini harus kita tegakkan bersama. Apalagi saya mendengar informasi salah seorang ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra telah menjadi penasihat hukum Jokowi atau kepada siapapun, saya mohon berkenan memberikan pendapat hukumnya terhadap masalah seperti ini.

Termasuk dalam masalah yang saya anggap serius, dimana Kepala Daerah, Menteri, anggota DPR/D dan DPD, Pejabat BUMN, jika menjadi Tim Pemenangan  Pilpres/Pileg, saya menduga mereka melanggar sumpah jabatannya dan dapat dimakzulkan, diberhentikan atau diPAWkan. Inilah tertib, adab dan keadilan demokrasi yang harus kita bangun. Bayangkan, hampir setahun para pejabat ini sibuk dengan kampanye politik, sementara tugas mereka semua dan rakyat memilihnya bukan untuk itu. Karena, dibayar sebagai wakil rakyat, urusan negara dan pelayan publik.

Bandung, 12-11-2018

ISABELLA SANG PEMBUNUH MASAL

Tahukah Anda bahwa “Jagal Wanita yang ada pada lukisan”

Dialah orang yang membongkar kuburan Kaum Muslimin kemudian dia gambar salib pada bagian dada dan wajah jenazah kuburan tersebut setelah jatuhnya kota Granada.

⁦Dia juga yang mendirikan inkuisisi Spanyol dan ia memaksa kaum Muslimin untuk memeluk Kristen atau dibunuh (jika menolak)
Dialah Isabella : Ratu Kastila.
.
Anehnya Eropa mau memproduksi dan menggambarkan bahwa dia adalah seorang Ratu Adil dan mencintai masyarakatnya (tanpa membedakan ras).
.
Lebih parahnya lagi film ini disiarkan juga oleh chanel Muslim
ﻫﻞ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ “ ﺍﻟﺴﻔﺎﺣﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﺎﻟﺼﻮﺭﺓ ”
ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﻨﺒﺶ ﻗﺒﻮﺭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﺗﺮﺳﻢ ﺍﻟﺼﻠﻴﺐ ﻋﻠﻰ ﺻﺪﻭﺭﻫﻢ ﻭﻭﺟﻮﻫﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﺳﻘﻮﻁ ﻏﺮﻧﺎﻃﺔ؟
ﻭﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻣﺮﺕ ﺑﺈﻧﺸﺎﺀ ﻣﺤﺎﻛﻢ ﺍﻟﺘﻔﺘﻴﺶ ﺍﻹﺳﺒﺎﻧﻴﺔ ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺗﺠﺒﺮ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻷﻧﺪﻟﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻋﺘﻨﺎﻕ ﺍﻟﻤﺴﻴﺤﻴﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﺘﻞ .
‏( ﺇﻳﺰﺍﺑﻴﻼ : ﻣﻠﻜﺔ ﻗﺸﺘﺎﻟﺔ )
ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻌﺠﻴﺐ ﺃﻥ ﺍﻷﻭﺭﻭﺑﻴﻴﻦ ﻗﺎﻣﻮﺍ ﺑﺈﻧﺘﺎﺝ ﻓﻴﻠﻢ ﻳﻈﻬﺮﻫﺎ ﺑﻬﻴﺌﺔ ﺍﻟﻌﺎﺩﻟﺔ ﻭﺍﻟﺘﻲ ﺗﺤﺐ ﺷﻌﺒﻬﺎ ﻭﺗﺒﺜﻪ ﻗﻨﻮﺍﺕ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ .
Via Fb Tegar Alfianto
.
April Mop, Fakta Sejarah Kekejaman Tentara Salib Membantai Ribuan Muslim Spanyol
Ilustrasi Pembantain Muslim Spanyol oleh Tentara Salib.
.
Islamedia – April Mop merupakan budaya Barat yang dikenal dengan The April’s Fool Day. Pada 1 April itu, orang boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan, dengan mengatakan, “April Mop!”.
.
Namun banyak umat Islam yang ikut-ikutan merayakan April Mop ini tidak mengetahui, bahwa April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
.
Saat itu terjadi pembantaian ribuan umat Islam di Granada Spanyol di depan pelabuhan. Dengan tipuan akan diberangkatkan ke keluar Andalusia dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Ratu Isabella, Muslim Andalusia malah dikonsentrasikan dan dengan mudah dibantai habis dalam waktu sangat singkat oleh ratusan pasukan salib yang mengelilingi dari segala penjuru.
.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Mereka kebanyakan terdiri atas para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
.
Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
.
Itulah akhir dari kejayaan Islam di Andalusia. Sebuah peradaban Islam yang dimulai dari perjuangan Tariq Bin Ziyad pada tahun 711 M dan berakhir pada 1487 M. Selama tujuh abad lebih peradaban ini telah menyumbangkan kepada dunia, kemajuan dalam berbagai ilmu pengetahuan, kebudayaan serta aspek-aspek ke-islaman, Andalusia kala itu boleh dikatakan sebagai pusat kebudayaan Islam dan Ilmu Pengetahuan yang tiada tandingannya setelah Konstantinopel dan Bagdad.
.
Namun ada sebuah kisah yang sangat memilukan. Pada 2 Januari 1492, kardinal Devider memasang salib di atas Istana Hamra; istana kerajaan Nashiriyah di Spanyol. Tujuannya sebagai bentuk proklamasi atas berakhirnya pemerintahan Islam di Spanyol.
Kaum Muslimin dilarang menganut Islam, dan dipaksa untuk murtad. Begitu juga mereka tidak boleh menggunakan bahasa Arab, siapa yang menentang perintah itu akan dibakar hidup hidup setelah disiksa dengan berbagai cara. Gereja di masa pemerintahan monarki Raja Ferdianand dan Isabella membuat Dewan Mahkamah Luar Biasa atau yang dikenal dengan Lembaga Inkuisi sebuah lembaga peradilan yang bertugas untuk menghabisi siapa saja orang-orang di luar Katholik. Lembaga ini kemudian bermetamorfosa menjadi Opus Dei.
.
Empat abad setelah jatuhnya Islam di Spanyol, Napoleon Bonaparte pada 1808 mengeluarkan instruksi untuk menghapuskan Dewan Mahkamah Luar Biasa tersebut. Dan di sinilah kisah ini berawal. Ditulis oleh Syaikh Muhammad Al Ghazali dalam bukunya At Ta’asub Wat Tasamuh (hal 311-318).
Tentara Prancis menemukan tempat sidang Dewan Mahkamah Luar Biasa itu di sebuah ruang rahasia di dalam gereja. Di sana ada alat alat penyiksaan seperti alat pematah tulang dan alat pengoyak badan. Alat ini untuk membelah tubuh manusia. Ditemukan pula satu peti sebesar kepala manusia. Di situlah diletakkan kepala orang yang hendak disiksa. Satu lagi alat penyiksaan ialah satu kotak yang dipasang mata pisau yang tajam. Mereka campakkan orang orang muda ke dalam kotak ini, bila dihempaskan pintu maka terkoyaklah badan yang disiksa tersebut.
.
Di samping itu ada mata kail yang menusuk lidah dan tersentak keluar, dan ada pula yang disangkutkan ke payudara wanita, lalu ditarik dengan kuat sehingga payudara tersebut terkoyak dan putus karena tajamnya benda benda tersebut. Nasib wanita dalam siksaan ini sama saja dengan nasib laki laki, mereka ditelanjangi dan tak terhindar dari siksaan.
Inilah jawaban untuk kita, mengapa saat ini, kita tidak menemukan bekas-bekas peradaban Islam yang masih hidup di Spanyol. Seolah-olah tersapu bersih, sebersih-bersihnya. Inilah balasan Barat terhadap Muslim.
.
Hj. Irena Handono
Blog : Kajian Irena Handono
islamedia.id – Jumat, 1 April 2016
(nahimunkar.org)
.
==================================

Rabu, 07 November 2018

Motivasi dan inspirasi

KESEMPATAN adalah WAKTU, krn ia hanya DATANG sekali.

KESEMPATAN adalah PELUANG, krn Anda dpt MENGAMBILNYA atau MENGABAIKANNYA.

KESEMPATAN adalah KELELUASAAN krn ia membuka jalan² ΒΑRU di masa depan.

Di hadapan Anda berjajar PINTU² KESEMPATAN tak terhingga yg TERBUKA LEBAR.

Anda hanya bisa MEMILIH satu dan tak ada JALAN kembali.

Karenanya, putuskanlah yg TERBAIK bagi Anda.

Nasib tidak MEMIHAK pada siapa² melainkan pada KEPUTUSAN Anda.

Matahari pagi takkan TERBIT 2 kali untuk MEMBANGUNKAN orang yg tertidur nyenyak.

KESEMPATAN takkan MENGETUK 2 kali untuk MEMBANGUNKAN orang yg tertidur nyenyak.

KESEMPATAN pun takkan MENGETUK 2 kali agar Anda mau MEMBUKAKAN pintu KEPUTUSAN Anda.

KESEMPATAN TERBAIK yg Anda miliki adalah HIDUP yg hanya sekali ini.

PERGUNAKANLAH bukan hanya SE-BAIK²-NYA namun yg TERBAIK-BAIKNYA.

Senin, 15 Oktober 2018

NAMAKU KHABIB

13 Oktober 2018 07.41 — PORTAL ISLAM

[PORTAL-ISLAM.ID]  Namaku Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov. Anak dari seorang veteran bernama Abdul Manap Nurmagomedov. Aku bukanlah orang Rusia seperti yang kalian kenal. Aku adalah Avars, generasi yang terlahir dari para pengembara di Kaukasus.
Lalu Takdir menaruhku di tanah Dagestan, wilayah jalur sutra yang menjadi perebutan berbagai suku, kelompok, dan bangsa hingga rezim tanpa Tuhan.

Ya, revolusi komunis Bolshevik telah menancapkan kendalinya agar kami menjadi wilayah otonom Soviet di bawah naungan federasi Rusia. Pada akhirnya orang-orang Dagestan harus menerima bahwa wilayahnya adalah bagian dari Rusia bagian selatan.

Islam telah menjejak di tanah Dagestan sejak abad ke-5. Banyak ulama dan pejuang Islam yang dilahirkan di tanah ini. Salah satunya adalah Imam Shamil, pejuang kebanggaan kami yang gagah melawan kekaisaran Rusia bersama masyarakat Checnya di abad ke-19.

Wilayahku rentan terhadap berbagai konflik. Selain konflik yang terjadi antara Rusia dan Dagestan, konflik antar suku juga pernah terjadi. Berebut tentang “Siapa yang paling pribumi” diantara kami, meski pada akhirnya masyarakat kami kembali bersatu di bawah panji Islam.

Sejak dulu, labelisasi teroris pun kerap dilekatkan. Membuat para penguasa republik semena-mena menempatkan operasi anti teroris dimana-dimana.

Berpuluh bilangan sudah ketegangan terjadi. Rumah-rumah dibakar, senjata diletuskan, bom diledakkan, penduduk sipil dibunuh. Semua serangan itu hanya berdasar asumsi fiktif terorisme yang sesungguhnya sama sekali tidak ada di wilayah  kami.

Ibu-ibu kami tidak pernah melahirkan teroris dan penjahat ke Dagestan, tapi mereka terus menuduh tanah kami sebagai sarang para teroris.

Maka itu, semua ayah Dagestan mewajibkan anak lelakinya memperkuat diri dengan belajar pertarungan. Tentu saja, karena kami ingin melindungi keluarga, istri, anak, juga kampung halaman sendiri dari perebutan atau perundungan yang suatu saat mungkin menimpa kami.

Gulat dipilih sebagai olah raga favorit dan kebanggaan semua pemuda Avars. Sampai-sampai orang menamai bela diri itu sebagai produk ekspor tradisional Dagestan.

Aku ingat, saat kecil, ayah menghadirkan teman bermain untukku. Selain sepupuku, dia satu-satunya lawan gulat yang membuatku menjadi sangat kuat.

Seekor beruang. Ya seekor beruang cokelat.

Kau tak percaya?

Akupun pada awalnya demikian. Kufikir berbahaya sekali jika manusia kecil sepertiku harus bejibaku dengan makhluk berkuku tajam dan bergigi runcing seperti itu.

Lalu aku bertanya pada ayah lewat sorot mata ingin tahu, yang segera dijawabnya dengan ucapan penuh ketegasan.

“Mahluk itu bukan bonekamu. Dia datang untuk membuatmu semakin kuat.”

Aku ingin memprotes ayah, tapi kuurungkan. Sekalipun keraguan masih tersisa di hati. Bagaimana jika aku terluka, sedangkan umurku baru tujuh dan aku anak-anak yang bertenaga anak-anak.

“Nak, manusia itu punya ini dan ini.” Ayah menggerakan telunjuknya ke arah kepala lalu turun menunjuk bagian dada.

“Jangan hanya mengandalkan insting seperti hewan. Maka pakailah hati dan fikiranmu untuk membuatmu menang.” Ucapnya menegarkan.

Belakangan, aku mengakui keputusan ayah memang tepat. Setelah berbagai kemenangan teraih, aku merasakan jiwaku kian menguat, yakin, dan tak mudah goyah. Karakterku terasah tajam, keberanian semakin menebal, dan keraguan enyah sama sekali.

“Bukan karena kau meraih banyak medali dan gelar juara maka kau menjadi terhormat. Bela diri yang kau pelajari adalah benar-benar untuk membela dirimu dan kehormatanmu.”

Aku menyimak betul kata-kata ayah. Kelak jika kehormatanku terancam, maka kalimat yang ayah rajah di hatiku akan kutikamkan pada siapa saja yang berani melecehkannya.

“Siapa pegulat favoritmu?” tanya Ayah suatu ketika.
Dengan bangga aku menyodorkan selembar foto bersama seorang pegulat hebat dunia, asal Irlandia, “Mc Gregor.” Ucapku tersenyum tipis.

Rasa kagum itu tidak hanya kuberitahukan pada ayah, bahkan di lini masa Twitter, aku sengaja mengupload foto tersebut sebagai ungkapan keberuntungan bisa bersanding dengannya.

Hingga suatu ketika, setelah berbagai kemenangan bela diri kuraih; Sambo, Judo, Kickboxing, dan Gulat, Allah SWT memberiku kesempatan untuk benar-benar bersanding dengan Mc Gregor. Bukan sebatas bersanding sebagai fans dengan idolanya, tetapi rekan sparing dalam satu Ring.

Tentu saja bagiku itu mengejutkan.

Keraguan sempat menelikung hati, apakah aku bisa.

Sekalipun mengidolakan, namun ada satu hal yang kubenci dari lelaki bertato itu, yaitu mulut besarnya.

Benar saja! Saat tiba masa aku dijadwalkan bertanding dengan Gregor, semakin banyak ulah yang ditujukannya padaku dan seluruh tim.

Seminggu sebelum pertandingan, bus yang kami tumpangi diserang Gregor dan kawanannya. Batu berlesatan memecah kaca. Banyak yang terluka, hingga dua rekanku mengalami kritis.

Emosi? Jelas saja. Kami diancam, diteror, dilukai secara fisik. Ingin rasanya segera kubalaskan perangai buruknya lewat bogem keras tepat ke wajahnya yang sombong.

Namun saat semua terasa merisaukan, ayah menghubungiku. Menasihati agar tetap tenang dan fokus menghadapi pertandingan.

“Cukup bagimu Allah,” suara di sebrang sana terdengar melalui lubang-lubang kecil mikropon telepon kabel, sungguh terasa meneduhkan batin.

“Mau Wishky?”
Aku hampir tak mendengar riuhnya manusia yang menghadiri press confrence selain tawa bajingan yang membahana di depanku.

“Aku tidak minum.” Emosiku masih terkendali.

“Kamu tidak pernah merasakan bagaimana melayangnya menikmati minuman ini hai teroris terbelakang.”

Deg!

Julukan itu! Julukan yang kerap dilekatkan dengan daerah kelahiranku semasa aku tumbuh.

Hasbiyalllah.. Hasbiyallah.

Aku memekik pertolongan sekuat mungkin pada Allah SWT dalam hati agar setan tidak mengerumuni telingaku dengan hasutan dendam yang membuatku bereaksi melawannya.

Pertandingan mengundang teriakan-teriakan manusia.
Semua orang menjagokan Gregor. Tak ada yang percaya, jika seorang pemuda dari daerah pegunungan sepertiku, bisa melumpuhkan sang "Notorious". Sang jagoan tak terkalahkan.

Pandangan sebelah mata dan mengecilkan tertangkap pengamatanku sepanjang aku berjalan memasuki arena pertandingan T-Mobile. Kucamkan dalam hati, "Kau bukan sekedar seorang pegulat! Kaulah The Eagle! Kau pemenang sesungguhnya!"

Dan Kun Fayakun.

Allah mendengar setiap bisikan doaku.

Aku merasa sangat kuat. Sampai-sampai berhasil melilitkan cekikan pada Gregor, yang membuatnya sengap, membungkam.

Wasit menghitung mundur. Hingga bilangan dua dia masih bergeming. Mengerucut menjadi satu, dan dia tetap diam.

Allahu Akbar aku menang!

Tapi sekali lagi, kemenanganku harus terpapar polusi caci maki, yang disemburkan dari mulut bajingan lain. Dillon Danish. Rekan Gregor yang terdengar meneriakan penghinaan pada ayahku, juga pada agamaku!
“Hai Teroris! Tikus Muslim!”

Dadaku menderu amarah. Kata-kata ayah tentang kehormatan, dan membela diri demi kehormatan berterbangan memutari isi kepala. Ini mungkin saat yang tepat!

Aku berbalik, menyalangkan mata ke arah tribun. Bergerak dengan hati diterbangi bola api liar yang ingin segera kulemparkan menuju suara penghina, dan..

Ring berhasil kulompati.

Braak!

Aku menendangnya, meninju mukanya, mencengkram mulutnya.

Semua manusia berteriak. Hanya saja teriakan kali ini berbeda, bukan teriakan semangat yang diserukan supporter untuk para jagoan. Tapi teriakan kaget dan kepanikan. Sisa-sisa penonton di barisan bangku depanpun berlari menghindar.

Apakah aku terpancing? TIDAK!

Bukan karena aku terpancing lalu aku melawan.

Bahkan, seperti yang kubilang, seminggu sebelum pertandingan pihak lawan melakukan hal yang lebih memuakan dan tercela; mengancam nyawa, melukai banyak kawan.

Tapi aku tak sudi mendengar agamaku dilecehkan. Aku tak terima ayahku dihina. Aku harus bertindak. Demi kehormatan. Demi harga diri seperti yang pernah ayah katakan. Agar tak ada bajingan-bajingan bermulut besar lainnya yang dengan semena-mena membusungkan dada dan menghina agamaku sekenyang lidah mereka.

Ampuni aku Allah.. Ampuni Aku Allah..

Semoga aku termasuk orang yang menolong agama Allah, sebagaimana aku percaya Allah pun akan selalu menolong dan meneguhkan kedudukanku di dunia. (QS Muhammad ayat 7)

https://www.portal-islam.id/2018/10/namaku-khabib.html?m=1