Kamis, 20 Desember 2012

...AKIBAT YANG MENGERIKAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT...(Naudzubillah)...


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim... Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS:Ibrahim:40)

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.

Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’ Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjama'ah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya.

Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’

Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih.

Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah.

Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala. Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”

“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.

Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat.

Bagi mereka yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SAW.

Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya, doanya tidak diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya. Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.

Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah, kubur mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan.

”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar, mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya, dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu. Setiap kali ular itu memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam bumi. Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat. Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya.

Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Allah SWT adalah, pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya. Kemudian memasukkan rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadang kala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Malaikat itu berkata, ”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.”

Kedua, Allah tidak memandangnya.

Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih. Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang sengaja melalaikan sholat.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Amin..

Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
(HR Bukhari dan Muslim)

wallahua'lam bishawab ....

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

GABUNG YUK di FP Strawberry ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI

...KISAH YANG MENYENTUH HATI


Bismillahi minal Awwali wal Akhiri ..

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak buruk pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.

Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah.

Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang berpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma'ruf dan senantiasa menjaga hijabnya.

Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.

Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nashrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: "Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!"

Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: "Mama aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam." Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.

Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut.

Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?

Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: "Sakit ringan di kakiku." Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: "Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah." Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumah sakit.

Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.

Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis.

Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata "Alhamdulillah... alhamdulillah... alhamdulillah." Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: "Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku."

Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!

Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya.

Adapun penerjemah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!

Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.
Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: "Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku."

Kami (aku, suami dan Afnan) pergi untuk pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: "Apakah engkau seorang muslimah?" Dia menjawab: "Tidak."
Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan.

Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.

Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya,karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan memarikannya akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orangtuanya.

Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: "Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?" Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: "Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna. "

Temanku tersebut berkata:
"Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan, Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati."

Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!

Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan disisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.

Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!

Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mangabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.
Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya.

Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang.

Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum.

Dia berkata: "Ummi kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat."

Kukatakan: "(Mimpi) yang baik Insya Allah. "

Dia berkata: "Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi."

Akupun bertanya kepadanya: "Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut."

Dia menjawab: "Aku menyangka, bahwasanya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku."

Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.

Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring diatas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: "Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu." Maka diapun menciumku.

Kemudian dia berkata: "Aku ingin mencium pipimu yang kedua ." Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: "Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah."
Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallaah." Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah." Dan kelurlah rohnya.

Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kesturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, kelurgaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillah rabbil 'aalamin ...

~ o ~

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah ...

Sumber: Mutiara Hikmah Dari Alqur"an dan Assunnah ...

Inilah Sebabnya Mengapa Jika Terkena Liur Anjing Harus Dibasuh Dengan Tanah..

♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥

Ternyata hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan kata Rosulullah berikut :

Dari Abu Hurairah Rhadyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.

Dari Abu Hurairah Rhadyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)

Bahaya Liur Anjing

Air liur anjing dari jenis apapun berbahaya bagi manusia. Persatuan Dokter Kesehatan Anak di Munich-Jerman, mengungkapkan bahwa air liur anjing mengandung berbagai kuman penyebab penyakit. Bakteri tersebut dapat masuk dan menyerang organ dalam manusia melalui sistem terbuka.

Resiko tertular penyakit kian besar apabila terkena gigitan anjing.

Siapa yang menjadikan anjing –kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing pemburu, atau anjing penjaga tanaman- niscaya berkuranglah satu qirath pahalanya setiap hari

Bahaya anjing tidak hanya pada liurnya saja.

Menurut peneliti dari Universitas Munich, menyatakan bahwa memelihara anjing meningkatkan resiko kanker payudara. Peluang dan resiko mengidap kanker oleh karena memelihara anjing jauh lebih besar dibanding memelihara piaraan lain seperti kucing dan kelinci.

Sebanyak 79,7 % penderita kanker payudara ternyata sering bercanda dengan anjing, diantaranya dengan memeluk, mencium, menggendong, memandika, dan semua aktivitas perawatan anjing. Hanya 4,4 % pasien yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Mengapa Harus Dibersihkan Dengan Tanah

Tanah, menurut ilmu kedokteran modern diketahui mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.

Eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman. Anda juga bakal terkejut ketika mengetahui tanah kuburan orang yang meninggal karena sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman karena penyakitnya itu, ternyata para peneliti tidak menemukan bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Menurut Muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi-materi yang dapat mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut.

Para dokter mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar karena perbedaan dalam daya tekan pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan tanah.

Dr. Al Isma’lawi Al-Muhajir mengatakan anjing dapat menularkan virus tocks characins, virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Fakta Tentang Anjing Yang Tak Banyak Diketahui.

dr. Ian Royt menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya, seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik-jentik kuman yang tumbuh berkembang, tiga di antaranya dapat matang yang cukup dengan menempelkannya pada kulit. Sel-sel telur ulat ini sangat lengket dengan panjang mencapai 1 mm. Data statistik di Amerika menunjukan bahwa terdapat 10 ribu orang yang terkena virus ulat tersebut, kebanyakan adalah anak-anak.

Secara ilmiah, anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang membahayakan karena ada ulat-ulat yang tumbuh berkembang biak dalam ususnya. Para dokter menguatkan bahaya ulat ini dan racun air liur yang disebabkan oleh anjing. Biasanya penyakit ini berpindah pada manusia atau hewan melalui air liur pembawa virus yang masuk pada bekas jilatannya atau pada luka yang terkena air liurnya.

Ketika ulat-ulat ini sampai pada tubuh manusia, maka ia akan bersemayam di bagian organ tubuh manusia yaitu paru-paru. Ulat yang bersemayam di paru-paru, yang bertempat di hati dan beberapa organ tubuh bagian dalam lainnya, mengakibatkan terbentuknya kantong yang penuh dengan cairan. Dari luar, kantong ini diliputi oleh dua lapisan dengan ukuran kantong sebesar bentuk kepala embrio. Penyakit tersebut berkembang dengan lambat. Ulat Echinococcosis dapat tumbuh berkembang di dalam kantong itu selama bertahun-tahun.

SUBHANALLAH….lebih dari 1400 tahun yang lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya, dan telah memerintahkan untuk membasuhnya (jika terkena) dengan tujuh kali siraman yang salah satunya menggunakan tanah.

Penelitian Ir. Soekarno

Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menjelaskan bahwa kajian ilmuan membuktikan bahawa, air liur anjing mengandung mikrobakteria sehingga jika objek yang terkena air liur anjing dicuci dengan sabun, maka tidak menjamin bersih dari mikrobakteria tersebut.

Untuk mematikan kuman tersebut, harus dengan cara ditaburi tanah atau debu yang dicampur dengan air. Cara ini terbukti berkesan berdasarkan kajian dan uni kaji makmal yang di masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam tidak ada.

Suatu ketika, bekas Presiden Repulik Indonesia, Soekarno, pernah mengatakan bahwa pada zaman sekarang kita tidak perlu lagi menyamak, atau membasuh tujuh kali yang diantaranya dicampur dengan debu apabila terkena najis kelas berat.

Cukup menggunakan sabun. Pendapatnya ditentang oleh para ulama Indonesia pada waktu itu. Para ulama tersebut meminta Presiden untuk melakukan eksperimen membuktikan mana yang lebih relevan; penggunaan sabun atau dengan debu. Maka dilakukanlah eksperimen dengan sampel dua benda yang telah dijilat oleh anjing. Satu di antara dicuci menggunakan sabun, dan yang satu lagi dibersihkan dengan debu.

Hasil dari pengamatan mikroskop didapati bahwa, benda yang dibasuh dengan menggunakan sabun masih terlihat kuman dari hasil jilatan anjing. Sebaliknya, benda yang dibersihkan dengan debu sangat bersih dan terbebas dari kuman.

Dicopas dari berbagai sumber

SUDAH JELAS ISLAM MEMANG AGAMA YANG PALING SEMPURNA DI DUNIA !!

(♥ Subhanallah & Semoga Bermanfaat ♥)

KISAH NYATA:...JERITAN HATI,SEORANG SUAMI....


Aku mengutuk dan terus menyalahkan diriku, kenapa bisa??

“ Dasar wanita gak tau diri, gak tau di untung, wanita macam apakah istriku ini” Teriakku yang masih tidak percaya akan kelakuan bejat istriku kala aku tidak ada dirumah.

Aku mengakui diriku bukan lelaki normal, semenjak kecelakaan maut itu yang menewaskan kedua rekan kerja dan kini menjadikan aku lelaki cacat yang impoten, aku lelaki yang telah divonis akan terlalu sulit untuk memiliki keturunan. Dan engkau Dewi ( bukan nama sebenarnya) datang bagai bidadari yang turun dari surga, karena engkau mau aku peristri walaupun sesungguhnya ada banyak kendala yang akan kita hadapi.

Tetapi aku lihat ketulusan airmata di pipi seolah engkau dan berjanji akan menerimaku apa adanya diriku, hingga amanah almarhum orang tuaku aku terjang untuk meninggalkan agamaku, ya aku aku bukan seorang muslim, namun demi Dewi aku korbankan Agamaku. Disaat itu matakupun tertutup akan paras manis wajahmu dan airmata ketulusan, padahal waktu itu engkau berstatus istri orang dengan satu anak, namun engkau mengatakan padaku

“ David, aku akan segera mengurus surat perceraian, aku sudah tidak ada kecocokan dengan suamiku yang hasilnya pas pas. Maukah kau memeluk agamaku, dan menerima anakku sebagai anakmu juga?” itu katamu yang masih ku ingat

“ Ya, sayang aku akan segera menikahimu dan bersyahadat setelah surat perceraian itu keluar, aku sebagai pegawai negeri akan mengurus semua berkas berkas untuk memasukkan Rendra di akteku sebagai anakku, biar nanti dapat juga tunjangan dari kantor” kataku pada Dewi yang berniat menuju mahligai perkawinan.

Hari yang aku nantipun tiba, dengan acara sederhana , aku resmi memeluk agama Islam dan menikahi Dewi. Aku teramat bahagia apalagi istriku pandai juga membantu mencari uang dan tiada henti hentinya mengajakku, terapi dan berobat tradisional.

“Alhamdulillah, ada seorang bapak dimana tmpatku terapi katanya “ Teruslah berusaha, masih ada kesempatan meskipun kecil, untuk kau memiliki keturunan” Lega hatiku dan tak berkecil hati aku terus ikhtiar dan sholat sholat sunnah tak pernah ku tinggalkan,, memohon akan kesembuhanku.

Tepat setelah 4tahun pernikahan, Alhamdulillah maha besar Allah, Istriku hamil, aku begitu menjaganya dan merawatnya. Ku larang Dewi untuk bekerja, namun istriku bersikokoh tidak mau alasannya karena ingin beraktifitas meskipun hamil.

Namun ketika kandungan menginjak usia 5bulan, musibah menimpa istri, tiba tiba dia keguguran ke tika mandi, istriku histeris dan teramat terpukul, aku mencoba memberikan kekuatan,

“Sudahlah, Ma. Kita jangan patah semangat ya? Kita berusaha terus, ikhlaskan kejadian ini, mungkin Allah masih belum percaya penuh untuk memberikan kita seorang anak lagi, kan kita sudah punya Rendra, dia udah aku anggap anak kandungku” hiburku pada istriku yang terus menangis.

Aku kembali bertugas ke luar pulau selama 3bulan, namun baru aku tinggalkan 2 bulan istriku memberi kabar dia hamil lagi, aku bahagia sekali walaupun dalam pikiranku sejenak sempat terlintas

“kenapa bisa begitu cepat hamil lagi, ah mungkin ini saatnya Allah memberiku momongan,” bisikku dalam hati.

Aku bekerja sebagai pegawai negeri yang selalu dikirim keluar pulau, disaat itulah tanpa sengaja aku berkenalan dengan seorang wanita sebut saja namanya Teresa, dia wanita yang sangat disegani di Lingkungan tempatku kerja di Luar Pulau, dari awal kenal namun entah mengapa hati ini seakan tergoda.

Teresa non muslim, aku menceritakan semua keadaan rumah tanggaku, hingga entah mengapa ketika masa dinasku habis dan akan segera pulang ke Surabaya, Teresa pingin ikut dan juga di Surabaya dia punya sanak family.

Setelah kami berdua sampai Surabaya, kami berpisah menuju tempat masing masing, setiba di rumah aku peluk istriku, dia diam aja, dan aku amati hari hari selanjutnya seolah ada bisikkan bahwa anak yang di kandung bukan darahku, aku terus seperti di hantui bisikkan itu.

“David, cobalah kamu tenangkan diri, yuk ikut aku, aku kenalkan pada Tuhanku, kamu ceritakan pada nya disana” ajak Teresa, ketika aku mengajaknya bertemu dan menceritakan keluh kesahku.

“Hay, Teresa aku ini muslim, aku mualaf, apa nanti kata beliau?” jawabku pada Teresa

“David, Beliau adalah orang penyayang, dan pastilah dia akan mengampunimu, jika kamu mau bertobat dan kembali ke agama keluargamu, kamu di kutuk karena melanggar amanah orang tuamu yang melarangmu meninggalkan keyakinan keluargamu” Jawab Teresa

Aku makin, banyak pikiran seolah syetan lebih kuat merasuki jiwaku, sholat mulai ku tinggalkan dan bayangan Dewi seakan sirnah, karena yang ada dipikiranku saat ini hanya ingin tau anak siapa di rahim istriku ini??

“Dewi, Dewi, kemarilah sebentar, papa mau ngomong” panggilku pada Dewi kala sore hari aku ingin santai ngobrol dengannya

“Ada apa pa?”Tanya Dewi

“ Duduklah,sebentar aku mau bicara”

“Anak siapa dalam kandunganmu itu” Tanya aku

“Siapa wanita itu, apa dia lonte kamu?’ aku kaget Dewi tidak marah ketika aku berkata anak siapa, dia malah terus memarahiku dan menghujatku masalah Teresa, padahal sudah aku jelaskan Teresa hanyalah seorang sahabat.

Aku semakin yakin, Dewi malah menantangku minta cerai, namun aku berusaha terus membujuknya, Setelah percekcokan itu Dewi semakin jauh, dia tak pernah mau aku dekati . Kala aku ingin bersetubuh, bagaimanapun aku lelaki juga ingin mendapat sentuhan dari istri. Tapi dewi malah memilih pisah ranjang, “jangan sentuh aku,” bentak Dewi , jika aku berusaha mencumbunya.

Tangis bayi mungil terdengar, aku bahagia, seorang bayi mungil terlahir dengan kulit putih dan gemuk, hii aku ingin menciumnya, namun lagi lagi bisikan itu datang, Dia bukan anakmu, ajak istrimu tes DNA.

Setelah kehadiran Emilia, nama anakku aku berusaha membuang pikiran itu dan berkeyakinan Emilia anakku. Aku juga mengingat tes DNA biaya juga tidak murah. Tapi apa yang diperlakukan Dewi, dia terus menuntutku minta cerai, entahlah aku juga makin tidak mengerti akan kelakuan istriku ini, sudah tak cinta dan sayang lagikah dia padaku?

Aku sebagai lelaki juga punya harga diri, aku turuti surat cerai aku proses, namun kami masih serumah dan kami masih makan bersama dan bertegur sapa, namun aku berusaha intropeksi dan mengajaknya damai, tapi Dewi tetap tidak mau, hanya cerai yang diinginkan.

Surat ceraipun sudah jadi dari kantor tinggal memasukkan ke pengadilan, namun lagi lagi ada bisikkan jangan kamu urus dulu surat itu, tapi selidiki tingkah pola macam apa istrimu, dan bersihkan dulu namamu dari cibiran orang, dimana memang istriku mengatakan pada tetangga dan saudara saudaranya perceraian ini terjadi karena aku pindah agama ke keyakinanku yang dulu, dan aku selingkuh, padahal semua itu tidak aku lakukan, aku masih muslim dan aku tidak selingkuh.

Pada hari itu mungkin inilah saatnya kebejatan itu terungkap, aku berpura pura pamitan pada istri untuk bertugas, namun sebenarnya tidak. Tepat pukul 5 sore aku lihat istriku keluar dari kantornya aku ikuti, betapa kagetnya aku ternyata dia menuju sebuah kost rumah tangga.

Aku mencoba mencari informasi, kanan kiri tempat mereka, Masyaallah banyak mereka bilang istriku telah kost disana sudah lama bersama lelaki lain yang mengaku suaminya. Aku mengeluarkan identitas diri bahwa akulah suami yang syah.

Aku menuju rumah RT, meminta izin tuk memergoki mereka, aku bagai tertusuk pisau aku lihat ada lelaki yang selama ini ternyata sahabatku yang pernah aku kenalkan pada istriku setahun yang lalu dan aku lihat ada si kecil Emilia, istrikupun kaget.

“Dewi, apa yang terjadi sesungguhnya ini?’ amarahku memuncak sambil memukul sahabatku ini

“Jangan, dia (Boby) adalah suamiku, kami telah menikah sirri setelah aku keguguran kemaren, dan Emilia memang bukan anakmu, puass” Jawab istriku

Plak plak aku tampar dia, aku hujat sampai aku bersimpuh tangis, tanpa sadar aku menyebut oh Tuhan inikah jawaban itu??

Jadi inikah wujud asli wanita yang sayangi, aku korbankan agamaku, aku kasih namaku, aku beri dia tunjangan walaupun kini aku tau mereka Emilia dan Rendra bukan anakku.

Aku bingung, surat cerai aku lanjutkan dan kini proses cerai sedang berlangsung, hanya satu yang membuat aku sekarang hilang jati diri, Islam ataukah aku yang dulu . Aku masih ingat fatwa fatwa, istriku ketika aku minta dilayani, dia menolakku dengan kasar,

“Tidak, jika kita kumpul sama aja Zinah, kamu sudah bukan muslim, “Teriak istriku, padahal sudah aku jelaskan aku masih muslim.

Kini siapa yang Zinah?? Perkawinan sirri istriku tidak syah karena tidak ada wali dari pihak istriku, dan aku sebagai suami juga tidak tau, kasus ini pernah aku ajukan ke delik pengaduan, dan ternyata ada hukumnya penjara 9bulan buat istri dan selingkuhannya, namun aku menatap Emilia dan masa depannya, karier mereka berdua akan berakhir , tapi apa yang aku dengar dan di bisikkan istriku ketelingaku, ketika aku memberitahukan kasus ini

“Okey David, silakan adukan dan penjarakan kami, tapi ingat setelah 9 bulan aku keluar aku akan membunuhmu”,itu bisik istriku

Ya Allah, wanita macam apa istri yang aku cintai ini, jujur aku masih mencintainya dan berharap kembali, namun istriku memilih meninggalkankanu dan meneruskan dengan sahabatku.

Sebagai akhir kisah ini, aku masih dijalan persimpangan masih Islamkah aku atau kembali ke keyakinanku yang dulu, dimana cibiran keluargaku dan bujuknya terus mengajakku untuk kembali, namun dalam hati aku coba Istiqfar, tidak Ya allah kuatkan iman dalam hatiku,

“Astaqfirrulahhaladzim, ucapku terus sambil bersujud dan menangis serta mengadu akan keluh kesahku padaNYA, aku lupa telah lama sholat aku tinggalkan, Aku bertahajud memohon petunjuk dan kekuatan, airmataku tumpah, aku bercermin lelaki cengengkah aku?? Aku juga punya hati dan perasaan aku terluka atas pengkhianatan istri dan sahabatku.

Dan aku sempat bertelponan sejenak dengan sahabatku itu, bukan aku iri atau niat buruk , aku Cuma mengatakan

“Belajarlah dari aku, wanita apa yang kau nikahi? Kamu masih jejaka menikahi wanita beranak dua dengan umur beda jauh 6 tahun, dua kali dia selingkuh, dua kali dia khianati sebuah pernikahan, wanita apa yang kau nikahi, wanita yang bisa dijamah lelaki lain disaat dia masih bersuami?? Belajarlah dan bercerminlah, wanita seperti itu sudah karakter.dan akan selalu seperti itu dan aku tak tau apa yang dicarinya”

Sahabat Fillah, ini kisah nyata yang di alami seoraang Sahabat, dan beliau memang bercerita pada kami admin, untuk dikisahkan di page ini.

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends!’

Kamis, 13 Desember 2012

10 Prioritas Buku Bacaan untuk Kaum Muslim

10 Prioritas Buku Bacaan untuk Kaum Muslimin

 

thesipoflife
Membaca adalah aktivitas yang diperintahkan pertama kali oleh Allah kepada manusia melalui firman-Nya :
“Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Rabb-mulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al Alaq : 1-5).
Namun, terkadang kita masih bingung, bacaan yang mana saja yang sebaiknya dibaca? Berikut ini adalah prioritas bacaan yang sebaiknya dibaca. Saya kutip dari sebuah buku terjemahan berjudul Spiritual Reading, Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca karangan Dr. Raghib As Sirjani dan Amir Al-Madari, dengan beberapa penyesuaian tentunya.
Prioritas Pertama, Al Qur’an Al Karim
Seorang ulama pernah berkata, “Wajib bagi seorang Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam mengkhatamkan Al Qur’an sebulan sekali atau kurang dari satu bulan.”
Kalau satu bulan sudah harus khatam, artinya kita harus menyediakan waktu-waktu khusus tiap harinya untuk membaca Al Qur’an. Undang-undang yang paling populer dan paling benar, surat cinta paling indah dan paling romantis, kitab paling lengkap dan paling update. Langsung dari Allah, membacanya bernilai ibadah apalagi kalau kita juga mengajarkannya. Intinya, Al Qur’an menempati prioritas tertinggi dalam daftar bacaan seorang Muslim.
Prioritas Kedua, Al Hadits Asy Syarif
Sumber hukum kedua setelah Al Qur’an adalah hadis. Allah Mengutus Rasulullah dengan perkataan yang sempurna. Hal ini juga berarti bahwa kalimatnya pendek, tetapi maknanya sangat luas. Dengan membaca satu hadis yang sangat pendek, kita akan mendapatkan ilmu, pengetahuan, dan hikmah yang sangat banyak.  Membaca hadis Nabi sebaiknya juga menjadi agenda pokok seorang muslim.
Kita dapat mulai dari Hadits Arba’in karangan Imam Nawawi, lalu Riyadhus Shalihin (juga karangan Imam Nawawi). Kemudian, bisa juga membaca Lu’lu wal Marjan, yakni hadis yang disepakati oleh dua Imam (Imam Bukhari dan Muslim). Bisa juga intisari hadits Imam Bukhari dan Muslim.
Prioritas Ketiga, Ilmu-ilmu Syar’i
Ilmu-ilmu Islam sangat banyak. Karena itu, usahakan agar setiap memasuki taman hendaknya memetik satu bunga. Bacalah seluruh cabang-cabang ilmu syariah. Sebab, hal ini akan mewariskan kepada kita warisan yang indah dan membangun pondasi kuat yang memungkinkan kita bisa membangun di atasnya bangunan yang besar, Insya Allah.
Mulailah dengan buku yang paling ringan dan tidak tebal. Kemudian secara bertahap, ditambah sedikit demi sedikit. Berikut ini adalah sebagian contoh dari sebagian buku yang mungkin dengannya kita bisa membangun pondasi yang kokoh dalam ilmu-ilmu syar’i :
  1. Intisari Tafsir Ibnu Katsir. Buku ini merupakan buku tafsir Al Qur’an yang bagus. Ia memiliki keistimewaan sederhana dalam susunan kata dan memiliki ungkapan sangat mudah. Kita bisa mulai dari tafsir Juz Amma dan surah Tabarak, kemudian dilanjutkan dengan membaca tafsir surah-surah lainnya yang sudah kita hapal.
  2. Fiqhus Sunnah, karya Sayyid Sabiq. Juz pertama membahas tentang hukum shalat, zakat, puasa, dan haji. Hal tersebut sangat penting bagi kita agar dapat melaksanakan ibadah secara benar sesuai perintah Allah.
  3. Al-Iman, karya DR. Muhammad Nu’aim Yasin, yakni buku yang sangat sederhana tentang akidah islamiyah. Dalam buku itu, penulis berbicara tentang bagaimana beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan iman kepada Qadha’ dan Qadar.
  4. Muhtashar Minhajul Qashidin, karya Ibnu Qudamah (di Indonesia diterbitkan dengan judul Minhajul Qashidin) adalah kitab yang sangat bagus. Buku tersebut membahas tentang masalah ruhiyah, penyakit-penyakit hati, cara penyembuhannya, serta memuat sebagian bahaya dari akhlak, seperti marah, bakhil, dan sebagainya. Selain itu, juga dibahas mengenai bagaimana bertaubat, bagaimana mencintai Allah, dan bagaimana agar Allah Mencintai kita.
  5. Khuluqul Muslim, karya Muhammad Al Ghazali. Judul Indonesianya, Akhlak Seorang Muslim. Buku tersebut merupakan buku yang sangat menarik yang berbicara mengenai akhlak asasi yang harus dimiliki seorang muslim.
  6. Wanita dalam Pandangan Islam, karangan Dr.  Abdul Muta’al Al-Jabari. Buku ini merupakan buku yang sangat penting dan detail dalam menjelaskan nilai wanita dalam Islam dan peranannya, serta syubhat yang terlontar sekitar wanita dan bantahannya. Namun, buku tersebut bukan hanya untuk wanita saja, bagi laki-laki juga penting.
  7. Ar-Rahiq Al-Makhtum (versi Indonesia : Sirah Nabawiyah dan Sejarah Hidup Nabi Muhammad) yang ditulis Al Mubarakfuri. Kitab ini menjelaskan tentang sirah Rasulullah secara sederhana dari lahir hingga beliau wafat.
  8. Shuwar min Hayatis Shahabah (Judul Indonesianya : Ensiklopedi Sahabat) karangan Abdurrahman Ra’fat Basya, yakni buku tentang biografi para sahabat nabi. Keistimewaan buku ini adalah bahasanya yang sangat indah dan susunan katanya yang sangat mudah, sederhana, tetapi sangat luas cakupan pengetahuannya.
  9. Madza Khasiral ‘Alam bi Inhithathil Muslimin? (versi Indonesianya : Derita Dunia Akibat Kemunduran Umat Islam) yang ditulis oleh Abu Hasan An-Nadawi. Buku yang sangat penting dalam menjelaskan kondisi sebelum Islam, serta bagaimana Islam mengubah dan memperbaiki pemahaman manusia.
  10. Min Rawa’i’i Hadharatina (diterbitkan di Indonesia dengan judul Khazanah Peradaban Islam ) karya Dr. Mustafa As-Siba’i. Buku ini adalah buku yang paling indah yang menulis tentang indahnya peradaban Islam dan sejauh mana seorang muslim mencapai ketinggian dan kemajuan dalam peradaban yang beraneka ragam.
  11. Jami’ul ‘Ulum wal Hikam (idem dengan di atas, tidak dijelaskan ada atau tidak terbitan Indonesianya) karya Ibnu Rajab Al-Hambali. Buku ini menjelaskan lebih dari lima puluh hadis dari hadis-hadis Nabi dengan gaya bahasa yang sangat indah dan teratur.
  12. Ibadah dalam Islam karya Dr. Yusuf Al Qardhawi.
Judul-judul buku di atas hanya contoh sekilas saja. Masih banyak buku-buku bagus lainnya yang juga sangat penting.
Prioritas Keempat, Buku-buku yang Sesuai dengan Spesialisasi Ilmiah Tertentu
Kebanyakan orang-orang yang berkomitmen dengan agama, sangat kurang perhatiaannya dalam masalah ini. Membaca dalam bidang spesialisasi tertentu sangat penting guna meraih tujuan. Seorang dokter harus membaca masalah kedokteran, akuntan harus membaca tentang akuntansi, ekonom harus membaca buku-buku yang membahas tentang masalah ekonomi dan keuangan. Jadi, kita dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh, baik dari sisi syariah maupun sisi keduniaannya.
Prioritas Kelima, Buku tentang Analisis Sejarah
Sejarah sangat penting dan cukuplah sebagai bukti hal itu bahwa sepertiga Al Qur’an adalah sejarah. Sepertiga Al Qur’an berbicara tentang sejarah zaman dahulu, yang tujuannya jelas, yakni mengambil ibrah, tafakur dengan kejadian, dan mengambil intisari dari sunnatullah dalam penciptaan-Nya di muka bumi.
Sejarah secara keseluruhan itu penting, namun selalu ada yang lebih diutamakan. Sejarah yang paling penting untuk dibaca adalah sejarah Rasulullah, kemudian sejarah para Khulafa’urrasyidin yang empat, sejarah Islam lainnya, baru setelah itu sejarah selain Islam.
Beberapa contoh dari buku-buku tentang sejarah ini telah disebutkan sebelumnya, pada bagian buku tentang ilmu-ilmu syar’i. Di antaranya adalah Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, buku Sirah karangan Ibnu Hisyam, Fiqhus Sirah karya Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi, dan Fiqhus Sirah karya Muhammad Al-Ghazali, serta buku-buku tentang sejarah Rasulullah lainnya. Untuk sejarah Khulafa’ur Rasyidin ada buku ‘Itmamul Wafa fi Siratil Khulafa’ karya Muhammad Al-Khudhari Bek.
Buku tentang sahabat Nabi lainnya, Shuwar min Hayatis Shahabah karya Abdurrahman Ra’fat Basya. Sedangkan buku-buku yang membahas tentang sejarah Islam, ada Madza Khasiral ‘Alam bi Inhithathil Muslimin? (Derita Dunia Akibat Kemunduran Umat Islam) yang ditulis oleh Abu Hasan An-Nadawi, Min Rawa’i’i Hadharatina karya Dr. Mustafa As-Siba’i, Ad-Difa’ ‘anil Islam (Membela Islam) karya Mustafa Najib.
Prioritas Keenam, Buku tentang Politik
Yang ini bisa dicari sendiri, sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Yang termasuk prioritas ini juga meliputi mengikuti berita harian dengan cepat dan selalu memperhatikan berita yang berbeda-beda, baik milik pemerintah maupun milik oposan, dalam dan luar negeri, yang Islami maupun yang non Islami, dsb. Ketika membaca berita-berita tersebut, harus dibarengi rasa waspada akan berita yang menyesatkan serta jauh dari fakta. Usahakan untuk membandingkan antarberita yang satu dengan yang lain. Secara perlahan, kita akan bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang nyata dan yang mengada-ada. Biasanya hal ini (membedakan berita yang nyata dan yang mengada-ada tersebut ) akan lebih mudah dengan berbagi informasi dengan orang yang dapat dipercaya.
Prioritas Ketujuh, Buku tentang Pendapat Orang Lain
Hikmah adalah barang yang hilang dari orang mukmin. Di mana saja ia memperoleh, maka ia adalah orang yang paling berhak untuk mengambilnya. Kita sangat perlu membaca buku-buku orang lain, buku-buku yang dimaksud di sini adalah buku di luar Islam. Hal ini supaya kita tahu, bagaimana arah pemikirannya, apa saja dalil-dalilnya, serta bagaimana pendapatnya. Akan tetapi, dalam membaca buku-buku ini, sebaiknya kita didampingi seorang yang memiliki ilmu sebagai pembimbing, serta kita juga wajib mencari tahu biografi penulisnya maupun trackrecord penerbitnya agar kita tidak larut dalam arus pemikiran mereka.
Prioritas Kedelapan, Buku tentang Syubhat Seputar Islam
Banyak sekali syubhat seputar Islam sejak turun wahyu hingga sekarang. Hal yang kita tahu dan kita yakini, bahwa Islam adalah agama yang sempurna, tanpa ada cacat dan salah. Sebab, Islam bersumber dari Rabb semesta alam. Namun, kita sering kehabisan dalil yang memuaskan untuk membantahnya dan kita juga sering bersikap bodoh dengan kebenaran yang kita yakini.
Pada zaman sekarang ini, banyak sekali syubhat tentang agama kita yang agung ini. Beberapa di antara syubhat-syubhat tersebut muncul dengan cara diadakan muktamar yang mengeluarkan biaya sangat besar serta penyusunan kekuatan yang sangat besar dan jumlahnya banyak. Karena itu, kewajiban kita adalah membantah seluruh syubhat ini dan memberi hujjah dengan hujjah, dan bukti dengan bukti.
Bagaimana Islam menempatkan wanita? Bagaimana membantah orang yang mengatakan bahwa Islam hanya berkembang dengan tajamnya pedang? Bantahan apa yang akan disampaikan kepada orang yang mengatakan bahwa qisash akan mencetak generasi buntung yang tidak memiliki tangan? Selain itu, bantahan apa yang akan kita sampaikan kepada orang yang mengatakan bahwa Islam adalah agama teroris, kekerasan, kolot, dan ketinggalan zaman?
Perkataan ini sangat tidak bisa diterima, baik secara logika yang kuat maupun meyakinkan. Berkenaan dengan masalah ini, kita wajib membaca.
Adapun buku yang barangkali bisa membantu kita dalam masalah ini adalah Syubuhat Haulal Islam (Syubhat Sekitar Islam) karya Ustadz Muhammad Qutub, Benarnya Islam dan Batilnya Musuhnya karya Abbas Mahmud Al-Aaqad, Islam dalam Sangkar Tuduhan karya Dr. Syauqi Abu Khalil, dan lain sebagainya.
Prioritas Kesembilan, Buku tentang Pendidikan Anak
Dalam mendidik anak, kita perlu memiliki ilmu dasar dan seni. Di antara buku tentang hal ini adalah, Tarbiyatul Aulad fil Islam (Pendidikan Anak dalam Islam) yang ditulis oleh Abdullah Nasih Ulwan. Di samping buku tersebut, tentu banyak pula buku yang ditulis oleh pakar pendidikan tentang kejiwaan anak dan kebutuhannya.
Selain itu, kita juga perlu membaca kisah anak-anak sehingga kita bisa menggunakan  metode yang tepat untuk menyampaikan kisah di kelompok-kelompok, masjid, atau rumah. Akal anak-anak lebih besar dari apa yang kita bayangkan dan kemampuan untuk menguasai lebih lemah dari apa yang kita sampaikan. Sungguh tidak cocok sekali jika apa yang ada di otak anak-anak Muslim tak lebih dari film-film kartun yang berisi kekerasan dan permusuhan. Padahal, di sana ada ilmu yang sangat besar yang mungkin bisa dikuasai oleh anak-anak dengan syarat disampaikan kepada mereka dengan cara yang tepat dan kepandaian untuk mengajar anak. InsyaAllah kondisi umat ini akan berubah menjadi lebih baik jika kita berhasil mencetak generasi yang suka membaca dan cinta ilmu.
Prioritas Kesepuluh, Buku tentang Hiburan
Di samping sembilan prioritas di atas, pasti masih ada obyek-obyek penting lainnya yang perlu kita baca. Prioritas terakhir ini adalah bacaan hiburan. Kita tidak dilarang untuk menggunakan sebagian waktu kita untuk membaca bacaan yang bersifat hiburan. Akan tetapi ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih bacaan yang bersifat hiburan :
  1. Tidak keluar dari aturan Islam. Misalnya, tidak membaca cerita yang tidak sopan dan tidak berakhlak yang mendorong untuk melakukan perkara yang hina. Selain itu, tidak pula membaca syair yang berakibat dosa.
  2. Tidak menggunakan banyak waktu untuk hiburan. Hal ini karena kita adalah umat yang serius sehingga memberi hiburan pada diri kita itu sifatnya kadang-kadang saja. Di samping itu, kita bukanlah umat yang suka bercanda ria dan seriusnya hanya beberapa saat saja.
Itulah sepuluh prioritas yang bisa digunakan dalam menentukan bacaan. Ada yang lebih penting dari sepuluh prioritas tersebut, yaitu kita membaca. Percuma jika kita hanya membuat prioritas tanpa melaksanakannya. Baca, ayo baca!!! Semoga bermanfaat.
Ya Allah, Ya ‘Aliim… Permudahlah jalan ilmu kami… Permudahlah jalan kami menuju surga-Mu…
“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Redaktur: Shabra Syatila
Sumber: Ustadzah Reny Henriyani

Ada Penganut Syi'ah dalam Kepengurusan MUI Pusat?

Ada Penganut Syi’ah dalam Kepengurusan MUI Pusat?

 

DR. Khalid Al-Walid ©ferrydjajaprana
Dikutip dari Islampos, Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat KH. Cholil Ridwan, menjelaskan bahwa organisasinya kini sedang melakukan evaluasi atas dugaan adanya seorang tokoh Syiah dalam kepengurusan MUI pusat. Hal ini mengemuka setelah tokoh tersebut datang ke Sampang atas nama MUI pusat, mendesak dicabutnya fatwa sesat Syiah dari MUI Jatim.
“Padahal dia datang bukan atas nama MUI pusat dan tidak membawa perintah apapun,” tandasnya dalam kegiatan Forum Indonesia Peduli Suriah di kantor DDII Jakarta Selasa, (11/12/2012) .
KH Kholil menambahkan, pihaknya sudah meminta keterangan terkait sikap oknum MUI tersebut. MUI sendiri memiliki bukti berupa kepengurusan dalam sebuah kelompok Syiah di Indonesia.
“Tapi dia bersumpah bukan Syiah, inilah sulitnya kita bergaul dengan orang Syiah karena mereka punya akidah taqiyyah demi menyelamatkan pribadinya,” tegas KH. Cholil.
Dalam tubuh MUI sendiri, perdebatan mengenai status akidah Syiah sudah selesai. KH. Maruf Amin sebagai ketua harian MUI mengatakan Syiah masuk dalam 10 kategori kelompok sesat. Namun hingga kini, KH. Kholil mengaku masih menunggu keluarnya fatwa sesat terhadap ajaran Syiah dari MUI pusat.
“Karena MUI Pusat sudah mengeluarkan 10 kriteria fatwa sesat dan Syiah di Sampang sudah masuk kriteria sesat,” tegasnya.
Jika anggota tersebut terbukti sebagai pengikut Syiah, maka MUI tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas berupa pemecatan dari kepengurusan anggota MUI.
“Jika terbukti Syiah, kita akan makzulkan,” pungkasnya.
Siapa Pengurus MUI Penganut Syiah?
Dari penelusuran Fimadani, pengurus MUI yang terindikasi sebagai penganut Syiah adalah DR. Khalid Al-Walid. Ia adalah alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, yang judul desertasinya di UIN Syarif Hidayatullah adalah “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”.
Tahun 2008 lalu, saat disertasinya diuji oleh tim penguji dari UIN Syarif Hidayatullah, Prof. DR. Azyumardi Azra pada bagian akhir acara, bertanya, “Apakah Anda penganut mazhab Syi’ah?”
“Jangan salah duga,” lanjut Azyumardi Azra.
“Saya akan bangga bila UIN berhasil meluluskan seorang doktor Syiah, karena menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi antar mazhab Islam,” lanjut Direktur Sekolah Pascasarjana UIN tersebut.
Khalid Al Walid saat itu menjawab, “Eh… Saya sama dengan Pak Haidar,” jawabnya berdiplomasi seraya menunjuk DR. Haidar Bagir yang duduk di samping Prof. DR. Mulyadhi Kartanegara yang menjadi pembimbing disertasi Khalid Al Walid. Sebagaimana diketahui, Haidar Bagir adalah tokoh Syiah di Indonesia dan selalu membela berbagai kepentingan Syiah.
Selain itu, DR Khalid Al Walid juga menjabat sebagi Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang menaungi kelompok Syiah di Indonesia.
Namun, September lalu, Ustadz Cholil Ridwan juga mengatakan, tidak ada pengurus MUI Pusat bernama Khalid Walid. Ketika ditanyakan,  apa kemungkinan ada nama Khalid Walid, seorang lulusan Qom, Iran, Cholil mengatakan tidak ada lulusan Qom di MUI.
Sementara itu, dalam daftar pengurus MUI yang tercantum dalam situs resminya, tercantum nama Dr. H. Khalid al-Walid, M.Ag yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat.

Minggu, 09 Desember 2012

Keraguan dalam hati.....

    Ragu adalah sifat tercela yang dapat memperlemah keseimbangan  akal  dan  jiwa seseor-
ang. Banyak manusia memiliki sifat ragu terhadap orang lain dan perbuatanya. Semoga kita        senan tiasa terhindar dari sifat tercela ini yang dapat merusak jiwa dan memicu rasa tidak nyaman   bagi orang sekitarnya.
     Keraguan ini bagaikan benih yang ketika ditanam niscaya akan tumbuh dengan cepat dan  menghasilkan sebuah pohon besar yang berduri dan berbuah pahit. Terkadang keraguan juga menyebabkan konflik dalam jiwa yang dapat merusak eksistensi dan bangunan rumah tangga.
      Ketika salah seorang anggota keluarga diperlakukan dengan penuh rasa keraguan, khusu snya jika ini terjadi pada suami-istri. Maka setiap pihak akan saling melemparkan tuduhan dengan berusaha menilai siapa sebenarnya pihak yang salah, hingga akhirnya berujung pada terjadinya  percekcokan dan perselisihan keluarga kecil yang dapat menarik semua anggota  keluarga lainnya sehingga kelanggengan rumah tangga yang dijunjung oleh setiap individu berakhir dengan kegagalan di sebabkan oleh penyakit yang bernama keraguan....