Senin, 16 Januari 2017

Jangan lupakan sejarah

1953. Indonesia masih miskin saat itu; masih menata sesudah ratusan tahun dijajah. Ketika Bung Karno berpidato di alun-alun kota Matang, lihatlah siapa yang mengawal dan menjaganya. Mereka adalah orang-orang Arab yang sudah melebur menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Adalah Ahmad Baagil, Abdul Aziz Mahri, AR Bahanan dan Ubud Bahanan.

Salah satu pengawal tersebut adalah tetangga Ustadz 'Abdullah Hadrami yang beliau memanggilnya Ami Abdul Aziz Mahri, tetapi lebih populer di lingkungannya dengan panggilan Ajis Petek.

Ini hanya salah satu fragmen sejarah. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia juga dilakukan di rumah orang Arab yang banyak menyumbangkan hartanya bagi negeri ini. Rumah tersebut kemudian dihadiahkan oleh pemiliknya, yakni Faradj bin Said Awad Martak kepada negara. Kalau kemudian banyak di antara kita yang tidak mengenalnya, karena sejarah tidak ditulis secara utuh. Seolah mengabaikan peran besar orang-orang yang sudah nyata-nyata berjasa.

Lambang Garuda Pancasila? Orang etnis Arab juga yang merancang desainnya hingga menjadi seperti sekarang. Dia adalah Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang merupakan sultan Pontianak keenam. Al-Qadri merupakan salah satu fam habaib di Indonesia.

Ini hanyalah sekelumit cerita, semoga mengingatkan kita bahwa saudara-saudara kita etnis Arab sudah semenjak awal menjadi satu dalam gelegak perjuangan di negeri ini.

Minggu, 15 Januari 2017

DOKTRIN PERANG CYBER

MUSLIMCYBER.NET:
Copas sebelah (benarkah?🤔🙏):
by Zeng Wei Jian

Perilaku buzzer Ahok mencapai titik mencemaskan. Agresif, full of shit, tidak etis, kasar, ngeyel, amoral dan arogant. Mereka mendistorsi freedom of speech. Memutar balik fakta adalah tugas empirik mereka. Semua orang difitnah, dibully dan dibunuh karakternya. Perilaku mereka mengancam Keberagaman Indonesia.

Selama lima tahun mereka memporak-porandakan kecerdasan. Tiada hari tanpa menghina. Sudah waktunya, sebuah counter meassurement dilancarkan. Yaitu, sebuah pre-emptive strike, a counter blow, membungkam mereka. Perang cyber harus dilakukan. Semua mujahid, pro demokrasi, nasionalis, religius dan positif free-thinker harus bersatu dan ambil peran dalam perang ini.

Sebuah doktrin perang harus diformulasi. Perang itu bernama: "Der Totale Krieg" (Total War). Doktrinya: Aggresive operational offense-non provocative active defense policy with dinamic and continuous strike.

Semua hoax, fitnah, bully, framing dan isapan jempol yang ditebar Ahokers harus dipatahkan secara cepat dan strategis.

Kondisi terkini mengharuskan Mega Cyber Armies (MCA) melancarkan serangan dinamis berkelanjutan dan tanpa henti, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jangan beri pause kepada Buzzer Ahokers. Tumpas akun-akun robot dan akun propagandis ahok. Hack situs-situs penebar kebencian dan fitnah.

Di saat bersamaan, MCA wajib melakukan non provocative active defense melindungi tokoh-tokoh dan organisasi yang menjadi target fitnah Ahokers. Selain menyusun draft kontra argumentasi, pelurusan logika, mematahkan hoax dengan fakta, memproduksi meme-meme berkualitas dan menciptakan tema slogan yang solid, short dan tajam.

Dinamic strike berarti serangan flexible, cerdas, fluid, kontekstual, faktawi, sistematis, berkesinambungan dan masif.

Target goal strategic doktrin perang cyber ini adalah menguasai informasi media sosial. Taktisnya, bentuk sel-sel jihadis cyber yang terdiri dari minimal 3 orang mujahid di setiap masjid, tempat ibadah, organisasi dan perorangan yang peduli. Rembug di forum-forum komunikasi WAG. Konsolidasi field fact dan informasi cyber. Gempur secara berkelompok.

THE END

Mari kita bersatu demi NKRI

MUSLIMCYBER.NET:
Kami Tidak Peduli Mahzabmu Apa
Kami Tidak Peduli Ormasmu Apa
Kami Tidak Peduli Harokahmu Apa
Karena Kami Muslim Bersaudara
Kami Akan Bersatu Padu Bersama Sama Melawan Semua Musuh Musuh Islam di Internet.

Wahai Musuh Allah

Bertobatlah Menghina Agama Kami
Bertobatlah Menghina Rosul Kami
Bertobatlah Menghina Kitab Kami
Bertobatlah Menghina Ulama Kami

Tak Ada Satupun Kekuatan yang dapat Membendung Kami
Kami Akan Selalu Hadir Dari Generasi Ke Generasi Untuk Memerangi Kalian Sampai Kalian Bertobat dan Menghentikan Semua Aksi Aksi Busuk Kalian.

MUSLIMCYBERNET


✍🏻 Oleh : Felix Siauw

*Salahmu, Karena Kamu Muslim*

Sulit untuk tidak melihat keberpihakan di negeri ini. Betapa tidak, semua fakta justru menguatkan itu, walau kita mencoba untuk mengartikan yang lain, tetap tidak bisa
😌😌😌

Bagaimana tidak, nyata-nyata terjadi penistaan agama, banyak yang terluka, jutaan marah dan tak suka, tapi tetap saja lamban penanganan, terlihat tak serius
😔😔😔

Tapi begitu Muslim yang masih diduga melakukan sesuatu, semua kekuatan dikerahkan, tembak kalau perlu, siksa saja, minimal diperkarakan, dikriminalisasi
😔😔😔

Muslim selalu salah, yang banyak harus mengalah, dan yang minoritas pastilah korban, harus dapat pembelaan, supaya diakui dunia katanya, dibilang demokratis
😌😌😌

Memberi saran pada pemerintah langsung dicap makar, sementara yang jelas-jelas memberontak tidak ditindak. Meminta keadilan dianggap ingin menggoyang negara
😔😔😔

Sementara pembakar masjid diundang ke istana, menolak gereja yang dibangun bukan pada tempatnya dikatakan merusak kerukunan umat beragama
😌😌😌

Menolak menggunakan topi santa dikatakan intoleran, begitu juga menyuarakan adzan pada saat nyepi dikatakan tak tahu diri, kalau Islam apapun pasti salah
😔😔😔

Sementara ormas pembela Islam digadang ingin dibubarkan, saat mereka yang diserang, tetap saja yang salah yang ada label Islam, sulit untuk tidak melihat keberpihakan
😌😌😌

Ulama ditolak dan diancam, bandara yang harusnya steril dari senjata tajam, juga dibiarkan. Coba saja kalau Muslim yang buat begitu, sudah tentu densus yang turun tangan
😔😔😔

Mau dibawa kemana negeri ini? Yang sungguh-sungguh mencintai negeri ini dan ummatnya, dituduh macam-macam, yang menjual-juali negeri ini lalu dipuji-puji
😌😌😌

Pejuang negeri ini memang tak 100% Muslim, tapi sebagian besar Muslim. Tapi ingatlah selalu, sejarah mencatat, bahwa yang pernah menjajah nusantara ini, 100% kafir
😔😔😔

Dan Allah jelaskan, mereka takkan henti membuat tipudaya. Maka hanya kepada Allah kita berlindung. Terapkan hukum Allah, Kitabullah dan Sunnah, itu jalan terutama
📖📖📖

Telegram.me/muslimcybernet

Jumat, 13 Januari 2017

Golongan orang kafir

اِنَّ ٱلَّزِينَ كَفَرُ واْسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْءَاَنذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَيُوْمِنُونَ ...
Artinya:
Sesungguhnya orang-orangg kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.(QS. Al-Baqarah 2 : 6)

Dalam suatu riwayat dikemukakan, bahwa firman Allah "Innalladzina kafaru sawa-un 'alaihim sampai walahum adzabun 'adhim" (S. 2: 6,7) diturunkan tentang kaum Yahudi Madinah, yg menjelaskan bahwa mereka itu walaupun diperingatkan tetap tidak akan beriman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Karir dan Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi 'Ikrimah dari Sa'id bin Jubair yg bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan, bahwa dua ayat itu (S. 2: 6,7) diturunkan dalam peperangan al-Ahzab yg terjadi pada tahun ke 5 Hijriyah yg berupa serangan umum yg memperlihatkan kekuatan angkatan perang kaum musyrikin menyerbu kota Madinah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yg bersumber dari ar-Rabi' dan Anas.)
   

Rabu, 11 Januari 2017


Nasihat Rasulullah kepada istrinya – Aisyah r.a

Aisyah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda, “Hai Aisyah, aku nasihatkan kepada kamu. Hendaklah kamu sentiasa mengingat nasihatku ini. Sesungguhnya kamu akan sentiasa di dalam kebajikan selama kamu mengingati nasihatku ini…”

Isi nasihat Rasulullah kepada Aisyah adalah : “Hai Aisyah, peliharalah diri kamu. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum kamu (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka”.

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :

a)      Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan) ~ yaitu tidak sabar apabila ditimpa musibah

b)      Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya ~ yaitu apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.

c)      Mengkufurkan nikmat ~ yaitu menganggap nikmat bukan dari Allah

d)      Membanyakkan kata-kata yang sia-sia ~ yaitu banyak bicara yang tidak bermanfaat.

Wahai Aisyah, ketahuilah :

(a)    Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya, maka amalannya akan digugurkan oleh Allah

(b)   Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.

(c)    Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), maka Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.

(d)   Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, maka akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.

(e)    Bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, maka akan dipukul mukanya dengan sholatnya.

(f)    Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan istri nabi Nuh dan istri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun.

(g)    Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk di neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan delapan puluh kali cambuk dari api.

(h)   Bahwa istri yang mengandung ( hamil ), baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamullail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.

(i)     Bahwa istri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.

(j)     Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.

Semoga ahli-ahli (istri-istri) kita dapat mengambil nasihat Rasulullah kepada Aisyah ini di dalam kehidupan mereka. Namun kita sebagai suami hendaklah selalu mendoakan agar ahli-ahlia (istri-istri) kita bersifat seperti istri-istri Nabi SAW, serta kita hendaklah juga selalu memaafkan kesalahan dan kekhilafan mereka.