Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

Macam-macam Do'a Ruku'



Di dalam rukun ini beliau Nabi Muhammad SAW.  mengucapkan bermacam-macam dzikir dan do'a. :

1. Sub-haana robbiyal'azhiim. (3x).
(Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Daroqutni, Thohawi, Al-Bazzar dan Ath-Thobroni dari tujuh sahabat). artinya : Maha Suci Robbku Yang Maha Agung.

Kadangkala beliau SAW. mengulangnya lebih banyak dari pada (3x) itu. Dan sesekali beliau s.a.w. banyak sekali mengulang-ulangnya pada waktu melakukan sholat lail (malam), sehingga lama ruku'nya hampir mendekati lama berdirinya, dimana beliau membaca tiga surat yang panjang, yaitu Al-Baqoroh, An-Nisa' dan Ali Imran yang diselang-selangi dengan do'a dan istighfar.

2. Subhaana robbiyal'azhiimi wabihamdiHh. (3x).
(Abu Dawud, Daroqutni, Ahmad Thobroni dan Baihaqi --->sahih).
artinya : Maha Suci Robbku Yang Maha Agung, dan aku memujiNYA.


3. Subbuuhun-qudduusur-Robbul-malaa-ikati warruuh.
artinya : Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh (Muslim dan Abu 'Uwanah).

4. Sub-haanakallooHhumma wabihamdik, AllooHhummagh-firlii.
artinya : Maha Suci Engkau Ya ALLAH, dan Aku memujiMU, Ya ALLAH ampunilah aku.
Beliau SAW. banyak membaca dzikir dan do'a ini di dalam ruku' dan sujudnya. Di sini, beliau menta'wilkan Al-Qur'an. (Bukhori dan Muslim).
Yang dimaksudkan dengan menta'wilkan Al-Qur'an dalam hadist ini adalah : Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. 110:3)

5. AllooHhumma-laka roka'tu, wa aaman-tu, walaka aslamtu, an-ta robbii, khosya'a laka syam'ii wabashorii wamukh-khii wa'azhomii, wafii-riwayatiw-wa'azhomii wa'ashobii wamas-taqollat-bihi qodamii lillaaHhi robbil'aalamiin. (Muslim, Abu 'Uwanah, Thohawi dan Daroquthni).
artinya : Ya ALLAH, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMU aku beriman dan kepadaMU aku menyerahkan diriku. Engkaulah Robbku. KepadaMU-lah pendengaran, penglihatan, otak, tulang dan syarafku tunduk. Dan apa yang dibawa oleh kakiku kuserahkan kepada Robb semesta alam.

6. AllooHhumma-laka roka'tu, wa aaman-tu, walaka aslamtu, wa'alaika tawakkaltu, an-ta robbii, khosya'a laka syam'ii wabashorii wadamii walahmii wa'azhomii wa'ashobii, lillaaHhi robbil'aalamiin. (An-Nasa'i --->sahih).
artinya : Ya ALLAH, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMU aku beriman dan kepadaMU aku menyerahkan diriku, serta kepadaMU aku bertawakkal. Engkaulah Robbku. Pendengaranku, penglihatanku, darahku, dagingku, tulangku dan syarafku tunduk kepada Robb semesta alam.

7. Sub-haana dzil-jabaruuti wal-malakuuti, wal-kibri-yaa-i wal'azhomah.
(Abu Dawud dan Nasa'i --->sahih).
artinya : Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebenaran dan keagungan. Dzikir ini diucapkan oleh Rosulullooh SAW. pada waktu sholat lail (malam).

Diriwayatkan bahwa :
RasulullaaHh SAW. menjadikan ruku'nya dan bangkitnya dari ruku', sujudnya dan duduk diantara dua sujud hampir sama lamanya. (HR. Bukhori dan Muslim).

Do'a dan Dzikir dalam Sujud


1. Subhaana Robbiyal a'laa (3x.)
artinya : Maha Sci Robbku Yang Maha Tinggi/Luhur (3x)
(Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Daroquthni, Thohawi,  Bazzar dan Thobroni).
Kadangkala beliau SAW. mengulangnya lebih dari pada itu. (lihat bab ruku').


2. Subhaana robbiyal a'laa wa bihamdiHh (3x.)
artinya : Maha Suci Robbku Yang Maha Tinggi/Luhur dan aku memujiNYA. (3x)
(Abu Dawud, Daruquthni, Ahmad, Thobroni dan Baihaqi).


3. Subbuuhun qudduusun wa Robbul malaa-katu war ruuh.
artinya : Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh
(Muslim dan Abu 'Uwanah).



4. SubhaanakallooHhumma wabihamdik, AllooHhummagh-firlii.
artinya : Maha Suci Engkau Ya ALLAH, dan Aku memujiMU, Ya ALLAH ampunilah aku.
Beliau SAW. banyak membaca dzikir dan do'a ini di dalam ruku'  dan sujudnya.  Di sini, beliau menta'wilkan Al-Qur'an.
(Bukhori dan Muslim).

Yang dimaksudkan dengan menta'wilkan Al-Qur'an dalam hadist ini adalah : Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. 110:3)


5. AllooHhumma laka sajad-tu, wa bika aamantu, walaka aslamtu, wa anta Robbii, sajada wajHhii lilladzii kholaqoHhu  wa showwarohu fa ahsana showwarohu, wa syaqqo sam'aHhu wa bashoroHhu fatabaarokallooHhu ahsanul khooliqiin.
artinya : Ya ALLAH, kepadaMU-lah aku bersujud, kepadaMU aku beriman dan kepadaMU-lah aku menyerahkan diriku.  Dan Engkaulah Robbku.  Wajahku bersujud kepada Dzat  yang telah menciptakan dan membentuknya, maka ALLAH sebaik-baiknya pencipta.
(Muslim, Abu 'Uwanah, Thohawi dan Daroquthni).


6. AllooHhummagh-firlii dzambii kullaHhu wa diqqoHhu wa jillaHhu, wa aw-walaHhu wa aakhiroHhu, wa 'alaa niyataHu wa sirroHh.
artinya : Ya ALLAH, ampunilah seluruh dosaku, yang sekecil-kecilnya dan yang sebesar-besarnya, yang pertama dan yang terakhir,  yang terang-terangan dan yang tersembunyi.
(Muslim dan Abu 'Uwanah).


7. Sajadalaka sawaadii wakhayaalii, wa aamana bika fu-waadii,  abuu-u bini'matika 'alayya, haadzii-yadii wamaa janaitu 'alaa nafsii.
artinya : wujudku dan khayalanku bersujud kepadaMU,  hatiku beriman kepadaMU, dengan ni'mat yang Engkau berikan kepadaku aku kembali.  Inilah tanganku menengadah kepadaMU,  memohon ampunan atas dosa yang aku lakukan.  (Ibnu Nashr, Bazzar dan Hakim).


8. Subhaana dzil jabaruuti wal malakuuti,  wal kibri yaa-i wal 'azhomah.
(Abu Dawud dan Nasa'i).
artinya : Maha Suci Engkau Ya ALLAH, Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan.  Dzikir ini diucapkan oleh RosulullooHh SAW. pada waktu sholat lail (malam).


9. SubhaanakallooHhumma wa bihamdika, Laa ilaaHha illaa anta.
artinya : Maha Suci Engkau Ya ALLAH, dan aku memujiMU.  Tidak ada Robb selain Engkau.
(Muslim, Abu 'Uwanah, Nasa'i dan Nashr).


10. Alloohummagh firlii maa asrortu, wamaa a'lantu.
artinya : Ya ALLAH, ampunilah aku dari apa-apa yang aku sembunyikan  dan yang aku nyatakan.
(Ibnu Abi Syaibah dan Nasa'i).



11. Alloohummaj'al fii qolbii nuuroo, wa fii lisaanii nuuroo, waj'al fiisam'ii nuuroo, waj'al fii bashorii nuuroo, waj'al min tahtii nuuroo, waj'al min fawqii nuuroo, wa'ay-yamiinii nuuroo, wa'ay-yasaarii nuuroo, waj'al amaamii nuuroo, waj'al khol-fii nuuroo,  waj'al fiinafsii nuuroo, wa-a'zhimlii nuuroo.
artinya : Ya ALLAH, berilah cahaya ke dalam hatiku, dan cahaya kedalam lisanku, berilah cahaya kedalam pendengaranku,  berilah cahaya kedalam penglihatanku, berilah cahaya dari bawahku,  berilah cahaya dari atasku, cahaya dari samping kananku,  cahaya dari samping kiriku, dan , berilah cahaya dari depanku,  berilah cahaya dari belakangku, dan berilah cahaya kedalam jiwaku dan  perbanyaklah cahaya bagiku.
(Muslim dan Abu 'Uwanah dan Ibnu Abi Syaibah).


12. AllooHhumma innii a'uu-dzu biri-dlooka min sakhothika,  wa-a'uu-dzu bimu'aafaatika min 'uquubatika,  wa-a'uu-dzu bika min ka, laa uhshii tsanaa-an 'alaika  anta kamaa ats-naita 'alaa nafsik.
artinya : Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung dengan ridhoMU  dari kemurkaanMU, dan aku berlindung dengan perlindunganMU  dari siksaMU, dan aku berlindung denganMU dariMU.  Aku tidak menghitung-hitung pujian kepadaMU,  Engkau sebagaimana yang Engkau pujikan kepadaMU.
(Muslim dan Abu 'Uwanah dan Ibnu Abi Syaibah).


Diriwayatkan bahwa :
RasulullaaHh SAW. menjadikan ruku'nya dan  bangkitnya dari ruku', sujudnya  dan duduk diantara dua sujud hampir sama lamanya.
(Bukhori dan Muslim).

Do'a

Do'a Mohon Kemuliaan


Robbanashrif 'annaa 'adzaaba jaHhannama inna 'adzaa baHhaa kaana ghoroomaa.

Artinya : "Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh 'adzab itu adalah kebinasaan yang kekal."
(QS. Al-Furqon: 65).

Robbanaa Hhablanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a'yuniw waj'alnaa lilmuttaqiina imaama.

Artinya : "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa."
(Q.S. Al-Furqon: 74).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan.

Do'a Mohon Terlepas Dari Musibah

 
 
Robbi a-'uudzubika min Hhamazaatisy syayaathiini wa a-'uudzubika Robbi ay yahdluruun.
 
Artinya : "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku."
(QS. Al-Mukminun: 97-98).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca dalam berbagai keadaan agar selamat dari tipu daya syaithan, baik dalam beramal maupun dalam pergaulan. Dan doa diatas merupakan perintah ALLAH agar kita memperbanyak membacanya ketika terjadi musibah. (QS. Al-Mukminun ayat 93-94).

Do'a Mohon Jodoh dan Keturunan Yang Baik


Robbi laa tadzarnii fardaw wa Anta khoirul waaritsiin.

Artinya : "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik."
(Q.S. Al-Anbiyai': 89).



Robbi Hhablii mil ladunka dzurriyatan thoyyibatan innaka samii'ud du-'aa .

Artinya : "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa."
(Q.S. Ali 'Imron: 38).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim agar diberi keturunan yang shalih.
Kedua ayat diatas merupakan doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut perjuangannya menegakkan agama ALLAH. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al-Our'an Surah Al-Anbiya' ayat, 89-90; Ali-'Imron, 38-41.

Do'a Kelapangan Hati

 

Robbisyrohlii shodrii wa yassirlii amrii wahlul 'uqdatam mil lisaanii yafqoHhuu qoulii

Artinya : "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku."
(Q.S. Thaha: 27)

Penjelasan:
Doa di atas balk sekali dibaca ketika menghadapi kezhaliman seseorang, kelompok, dan penguasa. Juga dibaca agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah. Doa ini pula yang sering dibaca oleh para mubaligh.
Al-Quran mengisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Musa a.s. ketika mendapat perintah dari ALLAH SWT. agar menyampaikan risalah kepada Fir'aun. Dan akhirnya ALLAH SWT. mengabulkan permintaan Nabi Musa a.s., bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-Kahfi dari ayat 24-36.

Do'a Mohon Diberi Kemudahan


Robbanaa aatinaa min ladunka rohmataw wa hayyi' lanaa min amrinaa rosyadaa.

Artinya : "Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini." 
(Q.S. Al-Kahfi: 10).

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ash-hab al-Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada ALLAH SWT. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan ALLAH SWT. mengabulkan doa mereka Kisah Ash-habu al-Kahfi dapat dibaca dalam Surah Al-Kahfi dari ayat 9-26.

Do'a Mohon Tempat yang Baik


Robbi ad khilnii mudkhola shidqiw wa akhrijnii mukhroja shidqiw waj'al lii mil ladunka sulthoona nashiiroo.

Artinya : "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong."
(Q.S. Al-Isra': 80).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca bukan hanya dikhususkan ketika kita akan pergi. Tetapi dalam berbagai keadaan yang sering kali berubah sangat dianjurkan untuk dibacanya seperti akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih pemimpin. Doa di atas dibaca agar kita mendapatkan pemimpin yang jujur dan bijaksana. Baik juga doa di atas dibaca ketika kita akan meninggalkan tempat yang kita huni (dunia), memohon agar ditempatkan pada tempat yang layak setelah meninggal. Demikian Al-Qurthubi menjelaskan dalam tafsirnya.

Do'a Keluarga Maslahah

 
Robbij 'alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyatii. Robbanaa wa taqobbal du'aa-i. Robbanaaghfirlii wa liwaalidayya wa lilmu`miniina yaumal hisaab.

Artinya : "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)."
(Q.S. Ibrahim: 41-42).

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada ALLAH SWT., khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang kisah nabi Ibrahim bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 35-42.

Do'a Mohon Perlindungan


Robbi innii a-'uudzubika an as-aluka maa laisa lii biHhii 'ilmun, wa illaa taghfirlii wa tarhamnii akum minal khoosiriin.

Artinya : "Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi."
(Q.S. Hud: 47).

Penjelasan:
Doa ini merupakan doanya Nabi Nuh a.s., yaitu ketika kaumnya termasuk anaknya (kan'an) ikut dihancurkan oleh ALLAH SWT. melalui banjir besar. Nabi Nuh a.s. perotes kepada ALLAH SWT., "kenapa anaknya (Kan'an) ikut dihancurkan padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau sendiri berjanji akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan kaumku." 
Q.S. Hud ayat 45).

Kemudian ALLAH memberikan jawaban: "bahwa dia (Kan'an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dia tidak shalih dan beriman kepada Allah. Padahal yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka-mereka yang beriman kepada ALLAH.
(Q.S. Hud ayat 46).

Setelah diperingatkan ALLAH, Nabi Nuh a.s. berdoa dengan lafazh doa diatas. Kemudian ALLAH mengabulkan doanya. (QS. Hud ayat 48).

Do'a Mohon Keselamatan


Robbanaa laa taj'alnaa fitnatal liqoumidh dhoolimiina wa najjinaa birohmatika minal qoumil kaafiriin.

Artinya : "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir."
(Q.S. Yunus: 85-86).

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir'aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir'aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada ALLAH SWT., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yunus ayat 83-86.

Do'a Sholat Tahajjud

 
AllooHhumma lakal hamdu, Anta nuurus samaawaati wal ardli wa man fiiHhinna, wa lakal hamdu, Anta qoyyimus samaawaati wal ardli wa man fiiHhinna, wa lakal hamdu Anta amlikus samaawaati wal ardl wa man fiiHhinna, wa lakal hamdu, Antal haqqu, wa wa'duka haqqun, wa qouluka haqqun, wa liqoo-uka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, was saa'atu haqqun, wan nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun.
AllooHhumma laka aslamtu wa 'alaika tawakkaltu, wa bika aamantu, wa ilaika anabtu, wa bika khooshomtu, wa ilaika haakamtu, Anta Robbunaa wa ilaikal mashiir, faghfirlii  maa qoddamtu, wa maa akh-khortu, wa maa asrortu, wa maa a'lantu, wa maa Anta a'lamu biHhi minnii. Antal muqoddimu wa Antal mu-akhkhiru, Anta ilaaHhii, Laa ilaaHha illaa Anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa bika.
 
artinya :
" Ya ALLAH segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya. Dan segala puji bagi Engkau. Engkau penjaga dan pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang ada di dalamnya- [Dan segala puji bagi Engkau, Engkau raja langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya]- Dan segala puji bagi Engkau, Engkau Maha Benar, janjiMu Benar, firmanMu benar, pertemuan denganMu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, hari kiamat itu benar, para nabi itu benar dan Muhammad itu benar. Ya ALLAH, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu aku bertawakkal, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku bertaubat, kepadaMu aku mengadukan perselisihanku dan kepadaMu aku memohon keputusan. Engkau Robb/Tuhan kami dan kepadaMu kami kembali. Maka, ampunilah dosa-dosaku, baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan, dan apa-apa yang aku sembunyikan dan apa-apa yang aku nyatakan. [Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui tentang itu dari aku], Engkau yang dahulu dan Engkau yang terakhir, Engkau Tuhanku tidak ada Tuhan selain Engkau, tidak ada kekuatan selain daripada Engkau. "

Do’a ini dibaca RasulullooHh SAW. di dalam sholat lail. (Bukhori, Muslim, Abu ‘Uwanah, Abu Dawud, Ibnu Nashr dan Ad-Darimi).

Do'aku

Ya ALLAH,
Aku bermohon pada-Mu,
dengan rahmat-Mu Yang memenuhi segala sesuatu,
dengan kekuasaan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu,
dan karenanya merunduk segala sesuatu,
dengan kemuliaan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu,
dengan kekuatan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu, dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu,
dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu,
dengan wajah-Mu yang kekal setelah punah segala sesuatu,
dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu,
dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu,
dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu.

Wahai Nur,
Wahai Yang Mahasuci.
Wahai yang Awal dari segala yang awal.
Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir.

Ya ALLAH,
ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.
Ya, ALLAH,
ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.
Ya, ALLAH,
ampuni dosa-dosaku yang merusak karunia.
Ya ALLAH,
ampunilah dosa-dosaku yang menahan do`a.
Ya ALLAH,
ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala`.
Ya ALLAH,
ampunilah dosa yang telah kulakukan
dan segala kesalahan yang telah kukerjakan.

Ya ALLAH,
aku datang menghampi-Mu dengan zikir-Mu,
aku memohon pertolongan -Mu dengan diri-Mu,
aku bermohon pada-Mu dengan kemurahan-Mu,
dekatkan daku keharibaan-Mu,
sempatkan daku untuk bersyukur pada-Mu,
bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu.

Ya ALLAH,
aku bermohon pada-Mu dengan permohonan
hamba yang rendah, hina dan ketakutan, maafkan daku, sayangi daku,
dan jadikan daku ridha dan senang pada pemberian-Mu.

Ya ALLAH,
aku bermohon pada-Mu,
dengan permohonan orang yang berat keperluannya,
yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya pada-Mu,
yang besar kedambaannya untuk meraih apa yang ada disisi-Mu.

Ya ALLAH,
Maha besar kekuasaan-Mu, Maha tinggi kedudukan-Mu,
Selalu tersembunyi rencana-Mu,
Selalu tampak kuasa-Mu, selalu tegak kekuatan-Mu,
Selalu berlaku kodrat-Mu, takmungkin lari dari pemerintahan-Mu.

Ya ALLAH,
tidak kudapatkan pengampun bagi dosaku,
tiada penutup bagi kejelekanku,
tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan, melainkan Engkau.

Tiada Tuhan kecuali Engkau.
Maha suci Engkau dengan segala puji-Mu.
Telah aku aniaya diriku, telah berani aku melanggar,
karena kebodohanku, tetapi aku tetap tanteram,
karena bersandar pada sebutan-Mu dan karunia-Mu padaku.

Ya ALLAH, Pelindungku,
betapa banyak kejelekkan diriku telah Kau tutupi,
betapa banyak malapetaka telah Kau atasi,
betapa banyak rintangan telah Kau singkirkan,
betapa banyak bencana telah Kau tolakkan,
betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan.

Ya ALLAH,
besar sudah bencanaku,
berlebihan sudah kejelekan keadaanku,
rendah benar amal-amalku,
berat benar belenggu (kemalasanku).
Angan-angan panjang telah menahan manfaat dari diriku,
dunia dengan tipuannya telah memperdayaku,
dan diriku (telah terpedaya) karena ulahnya,
dan karena kelalaianku.

Wahai Junjunganku,
aku bermohon pada-Mu dengan seluruh kekuasan-Mu,
jangan Kau tutup do`aku, karena kejelekan amal dan perangaiku,
jangan Kau ungkapkan rahasiaku yang tersembunyi
yang telah Engkau ketahui,

Jangan Engkau segerakan siksa padaku karena perbuatan buruk
dan kejelekan yang kulakukan dalam kesendirianku,
karena kebiasaanku melanggar batas, dan kebodohanku,
karena banyaknya nafsuku dan kelalaianku.

Ya ALLAH,
dengan kemulian-Mu,
sayangi aku dalam segala keadaan, kasihi aku dalam segala perkara.

Ilahi Rabbi,
kepada siapa lagi selain Engkau,
aku memohon dihilangkan kesengsaraanku, dan diperhatikan urusanku.

Ya ALLAH Pelindungku,
Engkau kenakan padaku hukum,
tetapi disitu aku ikuti hawa nafsuku;
aku tidak cukup waspada terhadap tipuan (setan) musuhku,
maka terkecohlah aku lantaran nafsuku,
dan berlakulah ketentuan-Mu atas diriku
ketika kulanggar sebagian batas yang Kau tetapkan bagiku,
dan kubantah sebagian perintah-Mu.
Namun bagi-Mu segala pujiku atas semuanya itu;
Tiada alasan bagiku (menolak) ketentuan yang Kau tetapkan bagiku,
demikian pula hukum dan ujian yang menimpaku.
Aku datang kini menghadap-Mu,

Ya IlaHhi …….,
dengan segala kekuranganku,
dengan segala kedurhakaanku (pelanggaranku),
sambil menyampaikan pengakuan dan penyesalanku
dengan hati yang hancur luluh,
memohon ampun dan berserah diri,
dengan rendah hati mengakui segala kenistaanku.

Karena segala cacatku ini,
tiada aku dapatkan tempat melarikan diri,
tiada tempat berlindung untuk menyerahkan urusanku,
selain pada kehendak-Mu untuk menerima pengakuan kesalahanku
dan memasukkan aku pada kesucian kasih-Mu.

Ya ALLAH,
terimahlah pengakuanku, kasihanilah beratnya kepedihan,
lepaskan aku dari kekuatan belengguku.

Ya Rabbi,
kasihanilah kelemahan tubuhku,
kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku.

Wahai Tuhan yang mula-mula menciptakanku,
menyebutku, mendidikku, memperlakukanku dengan baik, dan memberiku kehidupan,
karena permulaan karunia-Mu, karena Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan,
berilah aku karunia-Mu.

Ya ALLAH,
Junjungan-ku, Pemelihara-ku,

Apakah Engkau akan menyikasaku dengan api-Mu,
setelah aku mengesakan-Mu,
setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu,
setelah lidahku bergetar menyebut-Mu,
setelah jantungku terikat dengan cinta-Mu,
setelah segala ketulusan pengakuan-ku dan permohonan-ku,
seraya tunduk bersimpuh pada rububiah-Mu ?.

Tidak,
Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang engkau ayomi,
atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan,
atau menyisikan orang yang Engkau naungi,
atau menjatuhkan bencana pada orang
yang Engkau cukupi dan Engkau sayangi,
aduhai diriku!,

Junjungan-ku, Tuhan-ku, Pelindung-Ku !,
Apakan Engkau akan melemparkan keneraka wajah-wajah yang tunduk rebah karena kebesarab-Mu,
lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan ke-Esaan-Mu dan dengan pujian mensyukuri nikmat-Mu,
kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui uluhiah-Mu,
hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau,
sehingga bergetar katakutan,
tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi-Mu dan dengan merendah memohon ampunan-Mu ? Tidak sedemikian itu persangkaan kami tentang-Mu,
padahal telah diberitakan pada kami tentang keutamaan-Mu.

Wahai pemberi karunia, wahai pemelihara !

Engkau mengetahui kelemahanku
dalam menanggung sedikit dari bencana dan siksa dunia
serta kejelekan yang menimpa penghuninya;
Padahal semua (bencana dan kejelekan) itu singkat masanya, sebentar lalunya, dan pendek usianya.
Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat dan kejelekan hari akhir yang besar,
bencana yang panjang masanya dan kekal menetapnya, serta tidak diringankan bagi orang yang menanggungnya;
sebab semuanya tidak terjadi, kecuali karena murka-Mu, karena balasan-Mu.
Inilah, yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya.

Wahai Junjungan-Ku,
bagai mana mungkin aku (menanggungnya)?,
padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina, malang, dan papa.
Urusan apalagi kiranya yang akan aku adukan pada-Mu ?

Mestikah aku menangis menjerit, karena kepedihan dan beratnya siksa, atau karena lamanya cobaan ?
SekiranyaEngkau siksa aku beserta musuh-musuh-Mu,
dan Engkau himpunkan aku bersama penerima bencana-Mu,
dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan kecintaan-Mu, ohh….. seandainya aku.

Ya IlaHhi,
Junjungan-ku, Pelindung-ku, Tuhan-ku.
Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu,
mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu ?.

Dan seandainya
aku dapat bersabar menahan panas api-Mu,
mana mungkin aku bersabar tidak melihat kemulyaan-Mu ?.
Mana mungkin
aku tinggal di neraka, padahal harapanku hanya maaf-Mu !.

Demi kemuliaan-Mu,
wahai Junjungan-Ku, Pelindung-Ku !
Aku bersumpah dengan tulus;
sekiranya Engkau biarkan aku berbicara disana, ditengah penghuninya, aku akan menangis, tangisan mereka yang menyimpan harapan,
aku akan menjerit, jeritan mereka yang memohon pertolongan,
aku akan merintih, rintihan yang kekurangan.
Sungguh,
aku akan menyeru-Mu, dimanapun Engkau berada.

Wahai, Pelindung kaum mukminin,
Wahai tujuan harapan kaum arifin,
Wahai lindungan kaum yang memohon perlindungan,
Wahai kekasih kalbu para pencinta kebenaran,
Wahai Tuhan seru sekalian alam.

Maha suci Engkau IlaHhi, dengan segala puji-Mu !
Akankah Engkau dengar disana suara hamba muslim
yang terpenjara dengan keingkarannya,
yang merasakan siksanya karena kedurhakaannya,
yang terperosok ke dalam nya karena dosa dan nistanya;
ia merintih pada-Mu dengan mendambakan rahmat-Mu,
ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu,
ia bertawasul pada-Mu dengan rububiah-Mu,

Wahai Pelindung-ku !
Bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa,
padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang terdahulu.
Mana mungkin neraka menyakitinya,
padahal ia mendambakan karunia dan kasih-Mu.
Mana mungkin nyalanya membakarnya,
padahal Engkau dengar suaranya dan Engkau lihat tempatnya,
Mana mungkin jilatan api mengurungnya,
padahal Engkau mengetahui kelemahannya.
Mana mungkin ia jatuh bangun didalamnya,
padahal Engkau mengetahui ketulusannya.
Mana mungkin Zabaniyah menghempasnya,
padahal ia memanggil-manggil -Mu : Ya Rabbi … !
Mana mungkin ia mengharapkan karunia kebebasan dari padanya, lalu Engkau meninggalkannya disana,

Tidak,
tidak demikian sangkaku pada-Mu.
Tidak mungkin seperti itu perlakuan-Mu terhadap kaum beriman,
melainkan kebaikan dan karunialah yang Engkau berikan.
Dengan yakin aku berani berkata,
kalau bukan karena keputusan-Mu
untuk menyiksa orang yang mengingkari-Mu dan putusan-Mu
untuk mengekalkan disana orang-orang yang melawan-Mu,
tentu

Engkau jadikan api seluruhnya sejuk dan damai,
tidak akan ada lagi disitu tempat tinggal
dan menetap bagi siapapun.
Tetapi Maha Kudus nama-nama-Mu,

Engkau telah bersumpah,
untuk memenuhi neraka dengan orang-orang
kafir dari golongan Jin dan Manusia seluruhnya.
Engkau akan mengekalkan disana kaum durhaka.
Engkau dengan segala kemuliaan puji-Mu,

Engkau berkata ,
setelah menyebutkan nikmat yang Engkau berikan
“Apakah orang mukmin seperti orang kafir, sungguh tidak sama mereka itu”.

IlaHhi, Junjungan-ku,
Aku memohon pada-Mu,
dengan kodrat yang telah Engkau tentukan,
dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan,
dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada
orang-orang yang dikenai ;

Ampunilah bagi-ku, dimalam ini, disaat ini,
semua nista yang pernah aku kerjakan,
semua dosa yang pernah aku lakukan,
semua kejelekan yang pernah aku rahasiakan,
semua kedunguan yang pernah aku amalkan,
yang aku sembunyikan atau tampakkan,
yang aku tutupi atau yang aku tunjukkan.
Ampunilah semua keburukan
yang telah Engkau suruhkan malaikat mencatatnya.
Mereka yang telah Engkau tugaskan untuk merekam

Segala yang ada padaku,
mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi
bersama seluruh anggota badanku,
dan Engkau sendiri mengawal di belakang mereka,
menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka.
Dengan rahmat-Mu, Engkau sembunyikan kejelekan itu
Dengan kerunia-Mu, Engkau menutupinya.
Perbanyaklah bagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan, atau setiap karunia yang Engkau limpahkan,
atau setiap keberuntungan yang Engkau sebarkan,
atau setiap rezeki yang Engkau curahkan,
atau setiap dosa yang Engkau ampunkan,
atau setiap kesalahan yang Engkau sembunyikan.

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi…
Ya Ilahi, Junjungan-ku, Pelindung-ku, Pemilik nyawa-ku !
Wahai Dzat yang ditangan-Nya ubun-ubunku !
Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalangan-ku !
Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaan-ku !

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi …
Aku memohon pada-Mu dengan kebenaran dan kesucian-Mu,
dengan keagungan sifat dan Asma`-Mu !
Jadikan waktu-waktu malam dan siang-ku,
dipenuhi dengan zikir pada-Mu,
dihubungkan dengan kebaktian pada-Mu,
diterima amalku disisi-Mu,
sehingga jadilah amal dan wiridku
seluruhnya wirid yang satu,
dan kekalkanlah selalu keadaanku dalam berbakti pada-Mu.

Wahai Dzat yang kepada-Nya aku percayakan diriku !
yang kepada-Nya aku adukan keadaanku !

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi …
Kokohkan anggota badanku untuk berbakti pada-Mu.
Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku.
Karuniakan pada-ku kesungguhan untuk bertakwa pada-Mu, kebiasan untuk meneruskan bakti pada-Mu,
sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama para pendahulu
dan berlari kearah-Mu bersama orang-orang terkemuka,
merindukan dekat pada-Mu bersama yang merindukan-Mu.
Jadikan daku dekat pada-Mu, dekatnya orang-orang yang ikhlas
dan takut pada-Mu, takutnya orang-orang yang yakin.
Sekarang aku berkumpul dihadirat-Mu bersama kaum mukminin.

Ya ALLAH !
siapa yang berbaksud buruk padaku, tahanlah dia,
siapa yang memperdayakan-ku, gagalkanlah dia.
Jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya disisi-Mu.
yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu,
yang paling istimewa tempatnya didekat-Mu,

Sungguh,
semua ini tidak akan tercapai, kecuali dengan karunia-Mu.
Limpahkan padaku kemurahan-Mu,
sayangi aku dengan kebaikan-Mu,
jaga diriku dengan rahmat-Mu,
gerakkan lidah-ku untuk selalu berzikir pada-Mu,
penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu,
berikan padaku yang terbaik dari ijabah-Mu,
hapuskan bekas kejatuhanku,

Ampuni ketergelinciranku.
Sungguh,
telah Engkau wajibkan hamba-hamba-Mu beribadah pada-Mu,
Engkau perintahkan mereka untuk berdo`a pada Mu,
Engkau jaminkan pada mereka ijabah-Mu.

Karena itu, kepada-Mu,
Ya Rabbi,
aku hadapkan wajah-ku, kepada-Mu,

Ya Robbi,
aku ulurkan tangan-ku, demi kebesaran-Mu,
perkenankan do`a-ku,
sampaikan daku pada cita-citaku,
jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu,
lindungi aku dari kejahatan Jin dan Manusia
musuh-musuhku.

Wahai yang Maha cepat ridhonya !
Ampunilah orang yang tidak memiliki apapun kecuali do`a,
karena Engkau perbuat apa kehendak-Mu.

Wahai yang namanya adalah obat,
yang zikir-Nya adalah penyembuhan,
yang ketaatan-Nya adalah kekayaan !
Kasihanilah orang yang hartanya hanya harapan,
dan senjatanya hanya tangisan.

Wahai Penabur karunia !
Wahai Penolak bencana !

Wahai Nur,
yang menerangi mereka
yang terhempas dalam kegelapan,

Wahai yang maha tahu tanpa diberi tahu,
sampaikan rahmat-Mu
pada Muhammad dan Keluarga Muhammad.

Lakukan pada-ku
apa yang layak bagi-Mu.

Semoga ALLAH
melimpahkan kesejahteraan
pada Rasul-Nya serta para Imam yang mulia dari Keluarganya;
Sampaikan salam pada mereka.

AllooHhumma sholliy 'alaa Sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali Sayyidinaa Muhammad

Rabu, 03 April 2013

Do’a di sepertiga malam terakhir Saif Al Battar.


Di antara doa yang mustajab (mudah diijabahi atau dikabulkan) adalah doa di sepertiga malam terakhir. Namun kita sering melalaikan hal ini karena waktu malam kita biasa diisi dengan tidur lelap. Cobalah kita bertekad kuat untuk mendapatkan waktu tersebut. Malamnya kita isi dengan shalat tahajjud dan memperbanyak do’a pada Allah atas setiap hajat kita.
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758).
Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab ‘Doa pada separuh malam’. Imam Nawawi menyebutkan judul dalam Shahih Muslim Bab ‘Dorongan untuk berdoa dan berdzikir di akhir malam dan terijabahnya doa saat itu’. Ibnu Hajar menjelaskan, “Bab yang dibawakan oleh Al Bukhari menerangkan mengenai keutamaan berdoa pada waktu tersebut hingga terbit fajar Shubuh dibanding waktu lainnya.” (Fathul Bari, 11/129) Ibnu Baththol berkata, “Waktu tersebut adalah waktu yang mulia dan terdapat dorongan beramal di waktu tersebut. Allah Ta’ala mengkhususkan waktu itu dengan nuzul-Nya (turunnya Allah). Allah pun memberikan keistimewaan pada waktu tersebut dengan diijabahinya doa dan diberi setiap yang diminta.” (Syarh Al Bukhari, 19/118)
Ada suatu pelajaran menarik dari Imam Al Bukhari. Beliau membawakan Bab dengan judul “Doa pada separuh malam”. Padahal hadits yang beliau bawakan setelah itu berkenaan dengan doa ketika sepertiga malam terakhir. Mengapa bisa demikian? Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan bahwa Al Bukhari mengambil judul Bab tersebut dari firman Allah,
قُمِ اللَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً “Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. Al Muzzamil: 2-3).
Judul bab tersebut diambil oleh Al Bukhari dari ayat Al Qur’an di atas. Dalam hadits sendiri menunjukkan bahwa waktu terijabahnya doa adalah pada sepertiga malam terakhir. Ini menunjukkan bahwa hendaknya seorang muslim benar-benar memperhatikan waktu tersebut dengan ia bersiap-siap sebelum masuk sepertiga malam terakhir yang awal. Hendaklah setiap hamba bersiap diri dengan kembali pada Allah kala itu agar mendapatkan sebab ijabahnya doa. Setiap muslim hendaklah memperhatikan waktunya di malam dan siang hari dengan doa dan ibadah kepada Allah Ta’ala. (Syarh Al Bukhari, 19/119)
Catatan: Waktu malam dihitung dari tenggelamnya matahari (waktu Maghrib) hingga terbit fajar Shubuh. Jika waktu Maghrib kira-kira pukul 18.00 dan waktu Shubuh pukul 04.00, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 1 dinihari. Moga Allah mudahkan waktu kita di malam hari diisi dengan shalat tahajjud ikhlas karena-Nya dan semoga Allah memperkenankan setiap doa-doa kita. Wallahu waliyyut taufiq.
Referensi: Fathul Bari Syarh Shahih Al Bukhari, Ibnu Hajar Al ‘Asqolani, terbitan Darul Ma’rifah, Beirut, 1379. Shahih Al Bukhari, Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah Al Bukhari, Mawqi’ Wizaroh Al Awqof Al Mishriyyah. Shahih Muslim, Muslim bin Al Hajjaj Abul Husain Al Qusyairi An Naisaburi, Tahqiq: Muhammad Fuad ‘Abdul Baqi, terbitan Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi. Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, Asy Syamilah. Sumber: http://www.rumaysho.com

Sabtu, 22 Desember 2012

Renungan...

Duhai diri ... Jika tanganmu terlalu pendek untuk membalas kebaikan Saudaramu, maka Panjangkanlah Lisanmu dengan mendo'akan kebaikan untuknya

Bismillahirrahmanirrahim ...

"Ya Rabbku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan..." (QS.Nuh: 28)

"Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang -orang beriman pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)" (QS. Ibrahim: 41)

"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" (QS. Al Hasyr: 10)